sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Vaksin hanya bertahan 6 bulan, perlu gotong royong untuk suntik serempak

Meski nantinya proses vaksinasi telah dilakukan, protokol kesehatan harus tetap diterapkan.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 03 Sep 2020 12:17 WIB
Vaksin hanya bertahan 6 bulan, perlu gotong royong untuk suntik serempak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 291182
Dirawat 61839
Meninggal 10856
Sembuh 218487

Vaksin Covid-19 ternyata hanya dapat bertahan dalam jangka waktu enam bulan setelah disuntikkan ke tubuh pasien. Oleh karena itu, vaksinasi harus dilakukan secara serentak ke seluruh masyarakat Indonesia untuk dapat mencegah penularan lanjutan dari virus Corona tersebut.

"Vaksin ini kekuatan untuk melindungi  dari segi imunitas punya keterbatasan waktu. Kami ambil estimasi enam bulan. Itu kenapa harus dilakukan serempak dan dalam jangka waktu enam bulan harus selesai," kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih,  saat konferensi pers daring bersama Kementerian BUMN, Kamis (3/9).

Oleh karena itu, agar vaksinasi kepada 270 juta penduduk dapat dilakukan secara serempak, perlu bantuan dari berbagai pihak.

Pemerintah sendiri berencana membagi dua kategori proses vaksinasi yaitu jalur bantuan pemerintah dan mandiri. Jalur bantuan pemerintah adalah vaksin yang disubsidi atau diberikan gratis kepada 93 juta pemegang kartu BPJS Kesehatan dengan golongan penerima bantuan iuran (PBI), sedangkan jalur mandiri diakses penduduk dengan cara membayar sendiri.

"Berkaitan dengan vaksin kita harus gotong royong dan ada yang dibantu pemerintah dan ada yang mandiri. Kalau tidak gorong gorong tidak bisa dilakukan dengan cepat dan tepat," ucapnya.

Dia pun menuturkan, untuk proses vaksinasi sendiri IDI bersama dengan ikatan perawat dan bidan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah hingga ke tingkat kecamatan.

"Mekanisme penyuntikan vaksin kami akan berkoordinasi hingga tingkat kecamatan," ujarnya.

Sementara itu Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan, meski nantinya proses vaksinasi telah dilakukan, protokol kesehatan harus tetap diterapkan. Mengingat, jangka waktu efektivitas vaksin yang hanya enam bulan.  

Sponsored

"Estimasi imunitas vaksin enam bulan sampai dua tahun. Setelah divaksin bukan berarti kita sehat selamanya. Oleh karena itu protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Ini memang jadi kehidupan baru kalau kita sayang diri sendiri dan keluarga," tuturnya.

Berita Lainnya

, : WIB

, : WIB

, : WIB