sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Indonesia dan Malaysia sepakat 5 titik perbatasan

Lima dari sembilan wilayah yang menjadi titik sengketa perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Pulau Kalimantan sudah diselesaikan.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Sabtu, 16 Nov 2019 14:40 WIB
Indonesia dan Malaysia sepakat 5 titik perbatasan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Direktur Topografi TNI AD Brigadir Jenderal Asep Edi Rosidin mengatakan lima dari sembilan wilayah yang menjadi titik sengketa perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Pulau Kalimantan sudah diselesaikan.

Menurut Asep, sembilan titik perbatasan ini sebelumya masing-masing diklaim atau yang biasa disebut Outstanding Boundary Problems (OBP) antara Indonesia dengan Malaysia. Status quo berlangsung selama 40 tahun. 

Kelima OBP di sektor timur itu terletak pada perbatasan antara Kalimantan Timur dan Sabah, Malaysia. Yakni, Pulau Sebatik, Sungai Sinapad, Sungai Simantipal, titik B.2700-B.3100, dan di titik C.500-C.600. Lalu, empat OBP pada sektor barat terletak di Batu Aum, Gunung Raya, titik D400, dan Sungai Buan.

Setelah pertemuan yang cukup rutin dengan melakuan kajian sejarah berdasarkan konvensi Belanda dan Inggris, akhirnya Indonesia dan Malaysia menyepakati awal keberadaan lima titik perbatasan. "Lima di sektor timur itu sudah selesai, sudah sepakat," kata Asep usai menggelar sebuah diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (16/11).

Sponsored

Menurut Asep, setelah menemui kata sepakat, selanjutnya Indonesia dan Malaysia akan melakuan proses demarkasi atau menentukan garis batas terhadap tiga titik, yakni Sebatik, Sungai Sinapad, Sungai Simantipal, titik B.2700-B.3100.

Kemudian dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terhadap dua titik lainya yang dilakukan dalam pertemuan antar dua negara, di Malaysia, besok, Minggu (17/11). "Proses MoU besok di Malaysia dalam pertemuan Join Indonesian-Malaysia meeting (JIMM)," jelasnya.

Menurut Asep, tidak terjadi konflik terkait sengketa titik perbatasan ini. Dia menyebut kedua pasukan penjaga perbatasan dari dua negara bahkan sering melakukan patroli bersama.

"Patroli bersama, betul-betul mengamankan batas bersama dari pelanggaran hukum. Yang melanggar hukum dari kedua belah pihak," katanya.

Dia berharap dengan tercapainya kesepakatan kedua belah pihak ini, peningkatan ekonomi di wilayah perbatasan semakin ditingkatkan.

Berita Lainnya