sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wakil Ketua DPR: Indonesia selangkah lebih maju dalam pengadaan vaksin

Proses pengadaan vaksin untuk coronavirus terbilang susah karena seluruh negara turut memburu.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 07 Des 2020 14:58 WIB
Wakil Ketua DPR: Indonesia selangkah lebih maju dalam pengadaan vaksin
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.314.634
Dirawat 157.705
Meninggal 35.518
Sembuh 1.121.411

Wakil Ketua DPR M Azis Syamsuddin menilai, Indonesia telah selangkah lebih maju dibandingkan dengan negara di dunia lantaran telah mendatangkan 1,2 juta vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech. Sebab, proses pengadaan vaksin untuk coronavirus terbilang susah karena seluruh negara turut memburu.

"Vaksin Sinovac menjadi satu dari berbagai jenis vaksin yang sedang diupayakan pemerintah. Tidak mudah, karena dunia sedang berebut vakin untuk masyarakatnya masing-masing. Kita saat ini berada satu langkah di depan dibanding berbagai negara lainnya," kata Azis, dalam keterangannya, Senin (7/12).

Kendati telah mendatangkan vaksin, politikus Partai Golkar itu meminta kepada publik untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan baik mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan menjaga jarak. "Ini sangat penting," tegasnya.

Kemudian, dia mengapresiasi langkah pemerintah dalam strategi dan diplomasi vaksin Covid-19. Azis menilai, kehadiran vaksin tahap pertama sebanyak 1,2 juta dosis merupakan bukti konkret bahwa pemerintah dalam menangani Pandemi Covid-19.

"Tidak mudah mendapatkan vaksin saat ini. Di mana seluruh dunia sedang merebutkan quota terbatas terhadap vaksin ini. Tentu saya memberi apresiasi tinggi kepada pemerintah China dalam hal memprioritaskan Indonesia, khususnya masyarakat Indonesia," jelas Azis.

Meski demikian, Aziz menilai, vaksin tersebut belum dapat digunakan lantaran harus melalui berbagai tahapan pengujian dan pengawasan yang ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Terlepas dari itu, Aziz mendesak agar pemerintah segera melakukan sosialisasi pada masyarakat serta membangun narasi komunikasi sesuai fakta dengan melibatkan seluruh elemen terkait termasuk media massa.

"DPR akan mengawasi distribusi vaksin ini agar bisa dicapai sesuai dengan skala prioritas. Saya juga mengharapan agar para anggota DPR dapat mensosialisasikan vaksin ini di dapil masing-masing. Dan saya himbau agar para tenaga medis diprioritaskan," tegas Azis.

Sponsored

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo telah mengumumkan Indonesia kedatangan vaksin Covid-19. Setidaknya, terdapat 1,2 juta vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech telah mendarat di Indonesia pada Minggu (6/12) malam.

Berita Lainnya