sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kabar baik di Hari Badak Sedunia

Ujung Kulon sudah ditetapkan sebagai situs warisan alam dunia oleh UNESCO.

Ghalda Anisah
Ghalda Anisah Selasa, 22 Sep 2020 17:30 WIB
Kabar baik di Hari Badak Sedunia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Kabar baik muncul di Hari Badak Sedunia. Hasil monitoring di lapangan melalui video yang diambil dari kamera trip yang ada di kawasan Ujung Kulon, ditemukan dua anak badak baru pada periode Mei hingga Juni 2020. Masing-masing berjenis kelamin jantan dan betina usia sekitar satu sampai dua bulan.

“Saat ini juga sudah terpasang kurang lebih 25 kamera hidden trap, dari 100 kamera yang ada. Jadi, dua anak badak ini sudah diberi nama langsung oleh menteri kita yaitu Luther dan Helen,” kata Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Anggodo pada webinar memperingati Hari Badak Sedunia, selasa (22/9).

Anggodo juga menyampaikan kabar baik lainnya, yaitu Ujung Kulon saat ini sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai situs warisan alam dunia.

“Badak hanya berkumpul di daerah Senanjung, Ujung Kulon.” tutur Anggodo.

Dia menambahkan, pemerintah sudah menyusun strategi dan rencana aksi konservasi badak Indonesia. “Saat ini sudah di susun rencana jangka pendek untuk meningkatkan populasi selama 10 tahun, membangun populasi badak Jawa,” tambah Anggodo.

Dia juga mengingatkan, kematian satu badak di Indonesia tidak saja satu wilayah saja yang merasa kehilangan, namun satu dunia.

Pada kesempatan yang sama, Tim Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Asep Yayus Firdaus membagikan informasi cara memonitor badak.

Untuk mengetahui jenis badak dia membagi monitoring dalam tiga data utama. “Yang pertama ada clip di mana merupakan informasi dari rekaman video tab itu sendiri. Kemudian, data shift merupakan informasi dari kamera yang sudah ditempatkan di satu lokasi. Data pesiar, data ini berasal dari koordinasi GPS yang di ambil dari tempat badak ini berada,” tambah Yayus.

Sponsored

Hal ini, sambung dia, dilakukan agar Tim Pengendali Ekosistem dapat melakukan monitoring terhadap perkembangan badak setiap harinya dari badak tersebut kecil hingga besar.

Berita Lainnya