sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Respons pengamat atas klaim Kapolri ihwal kepercayaan publik meningkat

Kepercayaan merupakan modal kerja paling penting bagi polisi.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 17 Jun 2021 11:26 WIB
Respons pengamat atas klaim Kapolri ihwal kepercayaan publik meningkat

Polri mengklaim tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dalam menangani sejumlah kasus besar mengalami peningkatan. Ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan, tingkat kepercayaan berimplikasi terhadap situasi nyata di lapangan.

Saat rapat kerja dengan Komisi III DPR, Rabu (17/6) Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyebutkan, tingginya kepercayaan publik terhadap Polri. "Siapa yang tak gembira menyimak paparan Kapolri bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri terus meningkat dan kini, mengacu survei, derajat kepercayaan itu berada pada angka 80%," kata Reza kepada Alinea.id, Kamis (17/6).

Menurut Reza, angka sedemikian tinggi membuktikan betapa pun Polri sempat mendapat sorotan tajam terkait sejumlah kasus, namun secara keseluruhan khalayak luas tetap bersikap positif terhadap lembaga Tribrata. 

Sebut saja kasus KM-50 atau pembunuhan anggota laskar Front Pembela Islam atau FPI, kasus suap ke oknum perwira tunggi (pati) terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra, penangkapan tokoh-tokoh vokal, dan aksi "suicide by police" di Mabes Polri.

"Tentu, konsekuensi sebagai lembaga penyedia layanan bagi masyarakat, kepercayaan tinggi yang Polri peroleh itu tidak berhenti pada sajian angka. Kepercayaan terhadap lembaga kepolisian harus berimplikasi terhadap situasi nyata di lapangan," ujar Reza.

Dalam konteks ini, lanjut Reza, para ilmuwan meninjau bahwa kepercayaan terhadap Polri akan berefek pada dua hal. Pertama, tingkat kepatuhan masyarakat pada hukum. Untuk menakarnya, yang termudah adalah dengan melihat apakah peristiwa kejahatan mengalami kenaikan atau penurunan. 

Semestinya, menurut dia, karena kepercayaan  membuat masyarakat lebih taat hukum, maka aksi kriminalitas akan menurun dan pelanggaran lalu lintas juga berkurang signifikan.

Kedua, kepercayaan pada polisi akan mendorong masyarakat untuk bersikap kooperatif, termasuk ditandai oleh naiknya jumlah pengaduan masyarakat. Baik secara langsung ke kantor polisi, via telepon, dan via aplikasi. 

Sponsored

Sayangnya, Pusat Informasi Kriminal Nasional (PUSIKNAS) hingga jam Kamis (17/6) pukul 10.36 WIB belum dimutakhirkan. "Sehingga, betapa pun menunya telah tersedia, namun tidak tersedia data untuk menakar kedua hal di atas," beber Reza.

Lebih lanjut, Reza mengatakan, yang menggelitik ialah, masih ada beberapa belas persen responden yang menjadi minoritas. Mereka perlu ditelaah agar tidak beranak pinak. Konkretnya, pada dimensi apakah kepercayaan mereka terhadap institusi Polri belum mencapai derajat yang positif.

"Apakah masih ada persoalan pada dimensi prioritas, dimensi penghormatan, dimensi keterandalan, atau pada dimensi kompetensi?," tuturnya.

Terlepas dari itu, Reza mengatakan, kepercayaan merupakan modal kerja paling penting bagi polisi. Lebih penting daripada persenjataan, kemampuan bela diri, dan hal-hal teknis lainnya.

"Jadi, hitung-hitungan di atas kertas, angka delapan puluhan persen mengisyaratkan bahwa Polri sudah memiliki hampir semua instrumen untuk sukses melayani dan melindungi masyarakat," tandas dia.

Berita Lainnya