sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kebakaran Pasar Legi Solo berasal dari korslet listrik

Pemadam kebaran baru bisa masuk sekitar pukul 18.00 WIB karena sebelumnya di sepanjang jalan masuk Pasar Legi sudah dipenuhi oleh pedagang.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Senin, 29 Okt 2018 19:34 WIB
Kebakaran Pasar Legi Solo berasal dari korslet listrik

Ratusan kios yang ada di dalam Pasar Legi Solo, Jawa Tengah, terbakar akibat korsleting listrik sekitar pukul 16.30 WIB, Senin (29/10). Berdasarkan penuturan saksi mata, api mulai muncul di lantai dua bangunan tersebut.

“Api mulai muncul di sebelah selatan pos satpam. Awalnya kecil kemudian langsung membesar,” kata salah seorang warga bernama Budi Purnomo di Surakarta, Jawa Tengah, pada Senin, (29/10).

Sementara pedagang yang berjualan di Pasar Legi bernama Sularso mengatakan, api mulai muncul di salah satu kios bahan kering di lantai dua. Saat muncul, api yang semula hendak dipadamkan malah terus membesar. 

Pantauan di lokasi, kebakaran terjadi di dalam pasar bagian barat utara. Puluhan pedagang dibantu masyarakat sekitar terlihat menyelamatkan barang dagangan mereka. 

Pemadam kebaran baru bisa masuk sekitar pukul 18.00 WIB karena sebelumnya di sepanjang jalan masuk Pasar Legi sudah dipenuhi oleh pedagang pasar sore.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagiyo mengatakan saat pertama terjadi sebanyak 39 alat pemadam kebakaran digunakan untuk memadamkan sumber api.

"Meski demikian api terus membesar. Tadi sempat ada juga satpam yang memeriksa korsleting listrik tetapi ternyata sampai terjadi kebakaran seperti ini," kata Subagiyo.

Subagiyo mengatakan, beberapa pedagang sempat nekat masuk ke dalam pasar untuk menyelamatkan barang dagangan mereka, namun dipastikan seluruh pedagang yang sempat masuk itu sudah keluar dengan selamat.

Sponsored

Hingga berita ini diturunkan, kebakaran masih terjadi dan petugas masih berusaha memadamkan api. Terdengar letusan-letusan kecil di dalam pasar dan para pedagang masih berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka. (Ant)

Berita Lainnya