close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Petugas ber-APD lengkap melakukan tes cepat antigen kepada masyarakat yang singgah di Rest Area 429, Kabupaten Semarang, Jateng, Kamis (24/12/2020). Dokumentasi Pemprov Jateng
icon caption
Petugas ber-APD lengkap melakukan tes cepat antigen kepada masyarakat yang singgah di Rest Area 429, Kabupaten Semarang, Jateng, Kamis (24/12/2020). Dokumentasi Pemprov Jateng
Nasional
Kamis, 10 November 2022 14:38

Keterangan para saksi soal PCR Test keluarga Sambo

Terdapat perbedaan keterangan dari para saksi terkait waktu dan lokasi tes PCR keluarga Ferdy Sambo.
swipe

Pekerja harian lepas (PHL) yang bertugas di Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri bernama Ariyanto menjadi satu-satunya saksi dalam persidangan kasus obstruction of justice pembunuhan berencana Brigadir Yosua alias Brigadir J. Persidangan menghadirkan dua terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (10/11).

Ariyanto mengatakan, kegiatan PCR Test oleh rombongan Putri Candrawathi, Brigadir J, Bharada E, dan Susi dilakukan pada pukul 15.00 WIB. Pelaksanaannya dilakukan di rumah Jalan Bangka.

“Jam berapa?” tanya jaksa ke Ari.

“Seingat saya siang,” jawab Ari.

“Siang?” tanya jaksa lagi hendak memastikan.

“Karena memang itu kan rencana perjalanan kalau tidak salah jam 3, dan itu ke (rumah) Bangka,” ujar Ari.

Ari menyebut, PCR Test dilakukan sesampainya rombongan tersebut. Kegiatan ini menjadi kebiasaan dalam lingkungan Ferdy Sambo, setiap kepulangan dari luar kota maupun daerah.

“PCR siapa?” tanya jaksa.

“Bu Putri, Yosua, terus ada Richard, ada Susi,” ucap Ari.

Pada persidangan dua hari lalu, ajudan Ferdy Sambo, Daden Miftahul Haq mengatakan, tes tersebut justru dilakukan di Mabes Polri selepas kepulangannya dari Magelang. Pelayanan tes langsung dilakukan oleh petugas PCR Test.

“Terdakwa Ferdy Sambo PCR-nya di mana setelah di Magelang?” tanya jaksa. 

“Seingat saya di kantor,” jawab Daden.

“Jangan ingat, lihat sendiri gak?” tanya jaksa lagi.

“Saya lihat di kantor sana petugas PCR. Siap, di kantor,” jawab Daden meyakini.

Daden pun sempat kembali ke kesatuannya. Namun, atas inisiatif sendiri, ia kembali menjadi ajudan untuk Ferdy Sambo.

Sementara, petugas tes PCR Nevi Afrilia menyebutkan, kegiatan tes PCR dilakukan di kediaman Saguling. Persisnya dilakukan dalam garasi rumah.

Ia melihat Putri Candrawathi, Kuat Ma'ruf, dan Brigadir J telah datang saat itu. Jarak mereka saat berada dalam radius satu meter.

“Posisi saya ada di dalam garasi (kediaman Saguling),” kata Nevi saat ditanya jaksa penuntut umum (JPU), Senin (7/11).

Nevi melihat raut wajah dari Putri Candrawathi saat itu begitu lelah setelah menghabiskan perjalanan jauh. Belakangan diketahui, Putri baru saja pulang dari Magelang dan sesampainya di rumah menjalani tes swab yang ditangani oleh Nevi.

“Saya melihatnya seperti orang capek di perjalanan,” ujarnya.

Petugas Swab di Smart Co Lab itu menuturkan, ketika hendak melakukan tes PCR, hanya melihat Putri Candrawathi, Susi, Kuat Ma'ruf, dan Brigadir J. Sementara, Bharada E dan Bripka Ricky tidak ada di tempat saat itu.

Raut Susi juga terlihat serupa dengan Putri kala itu. Sementara yang lainnya tampak begitu tenang dan bersikap seperti biasa.

Menurut Nevi, Putri sempat meminta hasil tesnya keluar dalam waktu tiga sampai enam jam. Hasil tes juga secara otomatis akan diberikan melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Ayu mumpuni
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan