sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

KPK anggap kontroversi tausiah ustaz Abdul Somad sudah selesai

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif mengatakan persolan tausiah Ustaz Abdul Somad (UAS) di lembaganya telah usai.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 27 Nov 2019 21:22 WIB
KPK anggap kontroversi tausiah ustaz Abdul Somad sudah selesai
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif mengatakan persolan tausiah Ustaz Abdul Somad (UAS) di lembaganya telah selesai.

KPK sebelumya berjanji akan memeriksa sejumlah pegawai KPK yang berperan sebagai inisiator mendatangkan UAS ke KPK untuk mengisi kajian setelah salat zuhur, Selasa (19/11). Pasalnya, keputusan pegawai KPK mendatangkan UAS ternyata tanpa persetujuan pimpinan KPK.

"Semuanya sudah diselesaikan dengan baik," kata Laode di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (27/11).

Walau demikan, Laode tak membeberkan hasil pemeriksaan sejumlah pegawai KPK tersebut. Dia menegaskan bahwa persoalan UAS sudah selesai.

Pemeriksaan pegawai KPK ini sempat ditentang beberapa kalangan. Mereka menganggap KPK sangat berlebihan. Laode sendiri enggan berkomentar saat dimintai tanggapan.

"Saya tidak akan berkomentar soal itu," pungkasnya.

Kontroversi tausiah UAS bermula dari kehadirannya pada Selasa, 19 November 2019, tanpa diketahui media. Saat itu UAS nampak mengenakan busana muslim dengan berkalung sarung, Somad mengaku baru saja memberikan tausiah.

UAS mengaku kedatangannya dalam rangka penguatan mental pegawai KPK. Belakangan kehadiran UAS menuai kontroversi, sebab ternyata tanpa persetujuan pimpinan KPK.

Sponsored

Ketua KPK Agus Raharjo menyebut inisiator pegawai yang mengundang UAS bukan berasal dari Wadah Pegawai (WP) KPK, melainkan dari Badan Amal Islam KPK (BAIK).

Pada malam sebelum pelaksanaan kajian UAS, kata Agus, pihaknya sudah berusaha mencegah niat pegawai KPK untuk mendatangkan UAS.

Dia mengatakan, usaha pencegahan tersebut bukan dalam ranah kapasitas UAS, melainkan rekam jejak UAS yang sempat menuai kontroversi dalam pengajian di sejumlah wilayah.

"Kami mengharapkan yang khotbah di KPK itu orang yang inklusif, orang yang tidak berpihak pada aliran tertentu. Harapan kita semuanya begitu," ujar Agus.

Berita Lainnya