sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kritik aktivis terhadap Pansel Capim KPK dianggap janggal

Dua anggota Pansel Capim KPK dekat dengan kepolisian.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Senin, 26 Agst 2019 20:01 WIB
Kritik aktivis terhadap Pansel Capim KPK dianggap janggal

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP Arsul Sani mengatakan isu konflik kepentingan yang diembuskan menyerang dua anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) Hendardi dan Indriyanto Seno Adji terkesan janggal. 

Menurut Arsul, kritik terhadap latar belakang kedua anggota pansel itu seharusnya dilayangkan sebelum Hendardi dan Indriyanto mulai bekerja menyeleksi para kandidat pimpinan KPK. 

"Saat belum mulai kerja. Saat pansel sudah bekerja dan (sudah) tahap akhir kemudian ini baru dimunculkan isu ini, jadinya terlihat lucu," ujar Arsul kepada di wartawan Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (26/8). 

Keberadaan Hendardi dan Indriyanto di pansel sebelumnya dipersoalkan Koalisi Kawal Capim KPK. "Ada beberapa orang di dalam Pansel Pimpinan KPK yang memiliki terindikasi memiliki konflik kepentingan," kata Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati, salah satu anggota Koalisi.  

Menurut Asfi, sapaan akrab, Asfinawati, Hendardi dan Indriyanto diketahui dekat dengan kepolisian. Hendardi bahkan merupakan staf khusus Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Situasi tersebut bertentangan dangan Undang-undang (UU) Nomor 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan. 

Namun, Arsul mengatakan, informasi semacam itu seharusnya sudah diketahui oleh aktivis korupsi sejak awal Pansel Capim KPK dibentuk. "Jadi harusnya dari awal (dipertanyakan). Kan sudah tahu (latar belakang mereka)," ujar dia. 

Pernyataan senada diungkapkan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi NasDem Taufiqulhadi. Menurut dia, kritik terhadap komposisi Pansel Capim KPK tidak lagi relevan.

"Independensi mereka bergantung pada intelektualitas dan pribadi mereka. Karena itu, saya beranggapan pansel ini tidak ada cacat," ujar dia. 

Sponsored
Berita Lainnya
×
tekid