sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kuasa hukum Brigadir J yakin Bharada E bukan pelaku pembunuhan

Kamaruddin Simanjuntak memiliki nama-nama yang layak menjadi pelaku pembunuhan kliennya.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Sabtu, 06 Agst 2022 11:57 WIB
Kuasa hukum Brigadir J yakin Bharada E bukan pelaku pembunuhan

Pengacara Brigadir Yosua atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, meyakini Bharada E bukan pelaku utama pembunuhan kliennya di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo. Pun diyakini tidak ada kejadian baku tembak sebagaimana keterangan Polri.

"Tidak ada baku tembak, ini murni pembunuhan berencana dan pelakunya bukan Bharada E," katanya sata dikonfirmasi, Sabtu (6/8).

Kamaruddin mengaku, pihaknya memiliki nama lain yang pantas menjadi tersangka. Nama-nama itu telah diserahkan ke penyidik. "Lebih [dari satu nama]."

Lebih jauh, dirinya meminta 25 anggota polisi yang disebut menghalangi penyidikan dikenakan pidana. Mereka dapat dijerat Pasal 221 jika terbukti benar.

"Bila benar, seharusnya mereka tersangka pasal 221 KUHP," ucapnya.

Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) meminta Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memberikan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap 25 anggotanya terkait kasus pembunuhan Brigadir J. Hal ini sekaligus untuk bersih-bersih di lingkungan "Korps Bhayangkara".

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, mengatakan, pemberhentian terhadap 25 anggota itu bukanlah tindakan yang berlebihan. Alasannya, perbuatan mereka  membuat marwah lembaga Polri terpuruk.

"IPW mendorong tim khusus, yang terdiri anggota Polri senior dan peraih Adhi Makayasa, untuk menerapkan sanksi terhadap anggota Polri tersebut. Sebab, mereka telah melakukan pelanggaran berat Kode Etik Profesi Polri (KEPP) berupa ketidakprofesionalan dalam melaksanakan tugas," tuturnya.

Sponsored

Pemeriksaan terhadap 25 orang itu juga dianggap sesuai keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar penangan kasus dilakukan secara transparan. Pemeriksaan personel ini diiringi pencopotan 1 irjen, 2 brigjen, 5 kombes, 2 kompol, 7 perwira pertama, serta 5 bintara dan tamtama.

Berita Lainnya
×
tekid