sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Lagi, KKB tembak warga sipil di Intan Jaya Papua

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) juga kerap mengintimidasi pejabat pemda dan PNS untuk mendapatkan uang dan makanan.

Andi Adam Faturahman
Andi Adam Faturahman Selasa, 09 Feb 2021 20:20 WIB
Lagi, KKB tembak warga sipil di Intan Jaya Papua
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Warga Kampung Bilorai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua, Ramli (32), menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Senin (8/2) sore. Pendatang asal Makassar, Sulawesi Selatan, ini tertembak tepat di wajah saat menjaga warungnya.

Menurut istri korban, Musdalifah (26), Ramli ditembak pelaku dari jarak sekitar 2 meter menggunakan pistol. "Awalnya seperti orang yang hendak membeli. Tembakannya tepat mengenai pipi suami saya serta tembus ke bahu. Dan setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri,” ujarnya, Selasa (9/2).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal, membenarkan insiden tersebut. Namun, korban berhasil selamat dan kini kondisinya sudah stabil.

"Direncanakan hari ini, korban akan dievakuasi menggunakan pesawat dari Bandara Bilorai menuju Rumah Sakit (RS) di Timika guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” jelasnya.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, menambahkan, pelaku berkaitan erat dengan KKB di Distrik Sugapa. “Nanti akan didalami oleh rekan Polri untuk proses selanjutnya."

"Kejadian ini menambah panjang rentetan aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB di Kabupaten Intan Jaya,” sambungnya.

KKB sebelumnya juga melancarkan aksi teror perbatasan Distrik Sugapa-Homeyo, 30 Januari lalu. Seorang warga sipil atas nama Boni Bagau menjadi korban dan meninggal karena dianggap sebagai mata-mata TNI/Polri.

Tidak hanya warga sipil dan aparat keamanan yang menjadi target, KKB juga sering mengintimidasi pejabat pemerintah daerah (pemda) dan pegawai negeri sipil (PNS), terutama yang berstatus sebagai putra daerah.

Sponsored

"Saya dan seluruh PNS sering didatangi oleh KKB. Mereka meminta bantuan uang atau makanan dan harus dipenuhi, terutama PNS putra daerah. Mereka jadi target utama KKB, makanya mereka jarang ada di tempat karena sering mendapat ancaman,” terang Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni.

Dirinya menambahkan, KKB akan datang ke rumahnya atau ke rumah para PNS dengan senjata lengkap tanpa memperdulikan situasi dan waktu. “Teror KKB ini sangat meresahkan masyarakat di Intan Jaya. Saya berharap, TNI dan Polri bisa segera memberantas kekacauan ini."

Berita Lainnya

Ngotot mudik, kasus Covid-19 akan meroket

Kamis, 15 Apr 2021 19:09 WIB

Apple Pencil generasi ke-3 akan hadir April

Jumat, 16 Apr 2021 09:47 WIB

Pakar dukung penegakan aturan larangan mudik

Jumat, 16 Apr 2021 08:15 WIB