sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menko PMK akui banjir di Kalsel akibat eksploitasi alam

Muhadjir mengingatkan, agar tidak mengeksploitasi alam untuk meraup keuntungan jangka pendek belaka.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Jumat, 22 Jan 2021 09:23 WIB
Menko PMK akui banjir di Kalsel akibat eksploitasi alam

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengakui, eksploitasi alam menjadi penyebab banjir besar di Kalimantan Selatan (Kalsel). Sumber daya alam yang dikelola secara sembrono dapat menyebabkan malapetaka bencana.

Karena itu, Dia mengajak warga, pemerintah daerah, hingga pengusaha lebih mencintai alam dan memanfaatkannya dengan bijaksana. Ia mengingatkan, agar tidak mengeksploitasi alam untuk meraup keuntungan jangka pendek belaka.

"Marilah kita memanfaatkan alam ini dengan cara-cara yang bijak, yang arif, dengan penuh perhitungan manfaat dan risikonya. Jangan sampai ternyata manfaat itu lebih kecil dibanding risikonya," kata Muhadjir di posko pengungsian banjir Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Kota Banjar Baru, Kalsel, Kamis (21/1).

Disisi lain, menurut dia, banjir di Kalsel juga akibat fenomena alam La Nina. Anomali cuaca kerap memicu bencana hidrometeorologi yang lumrah terjadi di Indonesia. Namun, Kalsel termasuk wilayah yang tidak dapat diprediksi akan mengalami dampak La Nina.

"Seingat saya Kalsel adalah termasuk wilayah yang tidak dikira akan menghadapi dampak badai La Nina ini. Tetapi, namanya kita boleh meramal, boleh berikhtiar, tapi pada akhirnya Tuhan yang maha penentu," tutur Muhadjir, disitat dari laman resmi Kemenko PMK.

Muhadjir menyebut, bencana banjir merupakan pertanda ketahanan lingkungan di Kalsel masih lemah. Jika ketahanan lingkungan telah kuat, fenomena La Nina tidak akan berdampak bencana yang menimbulkan kerusakan parah.

"Karena itu, khususnya warga Kalsel kemudian para penentu kebijakan harus betul-betul melakukan semacam koreksi yang mendasar terhadap masalah penataan lingkungan, termasuk tata guna tanah," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menyebut, anomali cuaca sebagai penyebab banjir di Kalsel.  "KLHK selaku pemegang mandate walidata pemantauan sumberdaya hutan, menjelaskan, penyebab banjir Kalsel anomali cuaca dan bukan soal luas hutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito wilayah Kalsel," ucapnya dalam akun Twitter pribadinya @SitiNurbayaLHK, Rabu (20/1).

Sponsored

Untuk diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut ada potensi multibahaya akibat dari cuaca ekstrem dan bencana alam. Dari gempa bumi hingga tsunami diprediksi akan terjadi pada bulan Januari-Maret 2021. Untuk puncak bencana hidrometeorologi diperkirakan pada bulan Januari-Februari. BMKG khawatir adanya peluang cuaca ekstrem dan bencana alam dapat terjadi bersamaan.

Berita Lainnya