close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Kemendikbud-Ristek, Nadiem Makarim, saat dilantik Presiden Jokowi/Foto PR Setkab/Agung.
icon caption
Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Kemendikbud-Ristek, Nadiem Makarim, saat dilantik Presiden Jokowi/Foto PR Setkab/Agung.
Nasional
Kamis, 20 Mei 2021 15:02

Nadiem: Generasi muda tak kuat tangkal pengaruh buruk teknologi

Diperlukan pendekatan strategis untuk meningkatkan literasi digital.
swipe

Generasi muda dinilai belum memiliki benteng yang kuat untuk menangkal pengaruh buruk teknologi. Demikian ditegaskan, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim.

Padahal, menurutnya, diperlukan pendekatan strategis untuk meningkatkan literasi digital. Sebab, kecakapan digital bukan sekadar kemampuan menggunakan gawai. Namun, juga terkait kecerdasan dan bijak dalam penggunaanya.

Dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional, kata dia, perlu merefleksikan kembali makna kelahiran organisasi Boedi Oetomo sebagai tonggak sejarah bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan.

"Saat ini kita perlu bersama-sama merefleksikan kembali makna dari kebangkitan nasional, bangkit berarti keluar dari keterpurukan, bangkit berarti cakap dan tanggap dalam perkembangan teknologi, bangkit berarti belajar bahagia dan merdeka," ucapnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (20/5).

Dia menilai, teknologi penting untuk menjaga kelangsungan pendidikan di masa pandemi Covid-19. Namun, teknologi belum bisa menggantikan pembelajaran tatap muka (PTM).
 
"Teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan pembelajaran tatap muka dan interaksi langsung antara guru dengan murid," tutur Nadiem.

Dia menilai, penggunaan teknologi mampu mempercepat transformasi pendidikan. Pandemi Covid-19 turut memicu percepatan sistem pendidikan Indonesia yang terpaksa semakin mengadopsi teknologi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, kejahatan di ruang digital juga terus mengalami peningkatan, dari hoaks, penipuan daring, perjudian, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, dan radikalisme berbasis digital.

"(Ini) perlu terus diwaspadai, karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Kewajiban kita bersama untuk terus meminimalkan konten negatif, membanjiri ruang digital dengan konten-konten positif," ucapnya dalam sambutan peluncuran program Literasi Digital Nasional, Kamis (20/5), bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 2021.tekn

img
Manda Firmansyah
Reporter
img
Achmad Rizki
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan