sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penyebab robohnya tembok MTs Negeri 19 Jakarta dan menewaskan 3 siswa

Seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Prikasih. 

Immanuel Christian
Immanuel Christian Kamis, 06 Okt 2022 21:42 WIB
Penyebab robohnya tembok MTs Negeri 19 Jakarta dan menewaskan 3 siswa

Tiga siswa meninggal dunia karena tertimpa tembok pembatas sekolah di belakang panggung terbuka Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 19 Pondok Labu, Jakarta Selatan, pada Kamis (6/10). Tiga siswa lainnya juga mengalami luka akibat peristiwa tersebut.

Berdasarkan kajian cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, tembok runtuh karena kehilangan kemampuan menahan volume genangan air dari luar sekolah.

"Genangan yang terus naik oleh hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak pukul 14.00 WIB," kata Kepala Satuan Pelaksana Data Pusdatin BPBD Jakarta, Michael, dalam keterangannya.

Faktor lain yang diduga menjadi penyebab terjadinya genangan di lokasi kejadian adalah buruknya sistem drainase sehingga air gorong-gorong meluap. Posisi sekolah juga berada di dataran rendah, yang di sekitarnya terdapat saluran penghubung (phb) Pinang Kalijati dan di belakang sekolah terdapat aliran sungai.

"Seluruh korban sedang dibawa ke Rumah Sakit Prikasih untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Data-data korban lainnya masih dalam proses penyisiran dan pendataan oleh BPBD DKI," jelas Michael.

Sebagai upaya penanganan darurat bencana, personel gabungan, yang terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Dinas Gulkarmat, Dinas SDA, Tagana Dinsos, Basarnas, dan TNI/Polri, sudah di lokasi untuk membersihkan puing tembok yang roboh dan mengevakuasi korban yang tertimpa reruntuhan.

Jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta saat ini fokus pada penanganan korban dan keselamatan dalam penyedotan air di sekitar lokasi. 

Secara keseluruhan, berdasarkan data BPBD Jakarta, 
terdapat 17 wilayah di ibu kota yang tergenang akibat hujan deras hari ini. Hingga pukul 18.00 WIB, terdapat beberapa genangan di beberapa lokasi di Jakarta Selatan.

Sponsored

Hasil kaji cepat sementara, ada 17 ruas jalan dan 41 rukun tetangga RT yang terendam genangan air. Perinciannya, Kelurahan Pejaten Barat, Kelurahan Ragunan, Kelurahan Jati Padang, Kelurahan Kalibata, Kelurahan Pancoran, Kelurahan Pondok Labu, Kelurahan Cipete Utara, dan Kelurahan Tegal Parang. Banjir mengakibatkan sedikitnya 270 jiwa mengungsi di Masjid Al Mustaghfirin, Kalibata, Jakarta Selatan.

Kemudian, jalan yang tergenang meliputi TB Simatupang di Cilandak Barat, Jalan Jeruk Purut di Cilandak Timur, Jalan Raya Tanjung Barat, Jalan Pejaten Raya, Jalan Intan di Cilandak Barat, Komplek Polri di Kelurahan Karet Semanggi, Karang Tengah Raya di Lebak Bulus, Jalan NIS di Cilandak Timur, Jalan Wijaya Timur di Petogongan, Jalan Haji Matasan di Kebagusan, Mushola Nurul Amal di Kebagusan, Perum Nuansa 99 di Kebagusan, TB Simatupang depan Hotel Aston, Jalan Kebagusan II, Ciledug Raya di Cipulir dan Pisangan Lama di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

BPBD Jakarta mengerahkan personelnya untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan berkoordinasi dengan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan bersama dengan para lurah dan camat setempat. 

Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Jakarta dan sekitarnya masih berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dan dapat disertai petir/kilat serta angin kencang hingga Jumat (7/10).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun mengimbau kepada pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat agar melakukan segala upaya yang merujuk pada mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan, seperti normalisasi sungai, susur sungai, pembersihan sungai dari sumbatan sampah, normalisasi drainasi, sosialisasi kepada masyarakat dan memantau perkembangan cuaca secara berkala.

Adapun masyarakat yang tinggal di sekitar lereng tebing dan bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan. Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi hingga lebih dari satu jam, diimbau mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Berita Lainnya
×
tekid