sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Petani tambak di Karawang rugi akibat tumpahan Pertamina

Tumpahan minyak Pertamina diprediksi bakal menyebar ke Bekasi dan Kepulauan Seribu.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Senin, 29 Jul 2019 16:27 WIB
Petani tambak di Karawang rugi akibat tumpahan Pertamina

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat, Meiki Paendong, mengungkapkan tumpahan minyak mentah milik PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java telah merugikan warga, khususnya petani tambak ikan di empat desa yang ada di wilayah Karawang, Jawa Barat. 

“Minyak milik Pertamina yang bocor dari anjungan lepas pantai YYA-1 telah menyebar ke semua muara daerah pesisir Karawang dan telah merugikan banyak masyarakat di sekitar wilayah itu,” kata Meiki dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, (29/7).

Selain petani tambak ikan, kata Meiki, tumpahan minyak juga merugikan banyak nelayan. Juga daerah wisata di Karawang turut terkena imbas akibat insiden tersebut. Dengan demikian, tumpahan minyak itu telah banyak merugikan masyarakat berbagai profesi. 

“Setidaknya ada empat desa yang mengalami dampak kerugian atas kejadian ini. Masyarakat di empat desa itu melapor tambak-tambak mereka mengalami gagal panen. Ada di daerah Pusaka Jaya, Cemara Jaya, Pasir Jaya, dan Sungai Desa Buntu,” kata Meiki. 

Lebih lanjut, Meiki menambahkan, tumpahan minyak milik Pertamina juga berdampak pada penghasilan para nelayan. Berdasarkan catatan Walhi, hampir 80% komunitas nelayan mengeluh karena penghasilannya berkurang setelah laut Karawang tercemar minyak Pertamina.

Karena tumpahan minyak tersebut, membuat para nelayan harus menempuh jarak untuk melaut lebih jauh dibandingkan biasanya. Selain menghindari minyak, ikan-ikan juga berpindah tempat ke lokasi yang lebih aman yang belum tercemar minyak. Dengan demikian, kata Meiki, membuat para nelayan harus mengeluarkan biaya lebih tinggi.

Sementara itu di sektor pariwisata, Meiki mengatakan, kerugian akibat tumpahan minyak juga tak bisa dihindari. Dari hasil laporan, sebanyak 300 warga yang berbisnis di daerah wisata Pantai Karawang harus gigit jari. Sebab, banyak masyarakat pada akhir pekan enggan datang ke pantai karena laut tercemar minyak. Hal tersebut tentu berpengaruh pada penghasilan mereka.

Sampai 18 Juli 2019, Walhi mencatat, sebaran minyak milik Pertamina sudah mencapai 45,37 kilometer persegi di perairan Karawang. Prediksi Walhi, sebaran minyak tersebut akan semakin meluas hingga perairan Bekasi bahkan Kepulauan Seribu.

Sponsored