logo alinea.id logo alinea.id

Polisi ungkap peran 4 pelaku jaringan terorisme Sibolga

Peran Abu Riky terkait dengan kasus bom yang meledak pada saat debat capres.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 14 Mar 2019 16:19 WIB
Polisi ungkap peran 4 pelaku jaringan terorisme Sibolga

Sebanyak 4 terduga pelaku yang tergabung dalam jaringan aksi terorisme di Sibolga, Sumatera Utara, berhasil ditangkap. Mereka masing-masing bernama Abu Hamzah, Abdul Khair, Zulkarnaen Panggabean dan Riky Gustiadi. Dalam melancarkan aksinya, keempat terduga teroris tersebut memiliki peran-peran berbeda-beda.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan Abu Hamzah berperan sebagai aktor intelektual dalam aksi terorisme yang terjadi di Sibolga. Abu Hamzah diketahui mempunyai kemampuan lebih dibandingkan teman-temannya lantaran ia bisa merakit bom. 

“Makanya dia (Abu Hamzah) punya bom cukup banyak dan bervariasi di rumahnya,” kata Dedi di Jakarta pada Kamis, (14/3).

Sementara pelaku teroris Azmil Khair, kata Dedi, berperan sebagai penyandang dana untuk aksi terorisme. Dalam kasus terorisme di Sibolga, Azmil menyumbangkan dananya sebesar Rp 15 juta yang kemudian digunakan untuk membeli bahan peledak. 

Sedangkan peranan Zulkarnaen Panggabaen sebagai orang yang membantu kedua tersangka melancarkan aksi jihadis. Lebih spesifik, Zulkarnaen membantu Abu Hamzah untuk merakit bom.  

Terakhir, Ricky Gustiadi alias Riky alias Abu Riky berperan dalam bidang tekonologi informatika. Tak tanggung-tanggung, Abu Riky memiliki hubungan dengan tim teknologi informatika jaringan ISIS.

Dedi mengungkapkan, keempat pelaku ditangkap secara terpisah. Abu Hamzah ditangkap Densus 88 pada Selasa, (12/3). Tak lama setelah itu, giliran Abdul Khair dan Zulkarnaen Panggabean yang dibekuk. Baru sehari kemudian, Riky ditangkap di Riau pada Kamis (14/3) pagi.

“Densus 88 pagi tadi kembali menangkap satu orang berinisial RG di Riau. Dia ini memiliki kemampuan IT dan telah melakukan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan keahliannya itu,” tutur Dedi.

Sponsored

Selain terkait aksi terorisme di Sibolga, berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, Abu Riky merupakan pelaku yang menyebarkan video ledakan diduga bom di area parkir Senayan, Jakarta pada saat debat kedua Pilpres 2019 yang berlangsung di Hotel Sultan pada Minggu, 17 Februari 2019.

“Dia merupakan pengunggah video TKP ledakan di parkir timur Senayan ke grup chanel media khilafah,” kata Dedi. "Kesehariannya ia berjualan makaroni." 

Selain menangkap Abu Riky, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa 8 busur anak panah, busur panah, face target, 1 unit laptop, 1 unit telepon genggam, stunt gun, jaket dan topi taktikal, buku rekening, charger ponsel dan laptop, serta tas berwarna hitam.

Sementara dari penangkapan terhadap ketiga pelaku lainnya di Sibolga, Dedi mengungkapkan, petugas Densus 88 menyita barang bukti berupa bahan peledak sebesar 300 kilogram dari dua lokasi berbeda. Paling banyak di rumah Abu Hamzah.

“Abu Hamzah memiliki 15 bom sudah terakit, dan 100 kilogram masih dalam bentuk flash powder,” ujar Dedy.

Selain itu, turut disita pula barang bukti lain dari rumah Abu Hamzah antara lain 4 buah cashing tabung pipa dari LPG, 2 bom pipa, potasium karat, 2 bom pipa tabung, 1 bom pipa elbow, dan 4 bom yang sudah tertanam sebagai ranjau.

Sementara dari rumah Azmil Khair, turut disita 1 bom rompi dengan isi 10 bom pipa elbow dan 1 buah kardus berisi bahan peledak. Kemudian dari penangkapan Zulkarnaen Panggabean, tim Densus 88 menyita bahan baku ledak.

Intimidasi terhadap PPP dalam Pemilu 1977

Intimidasi terhadap PPP dalam Pemilu 1977

Senin, 25 Mar 2019 21:10 WIB
Kabar hoax yang meresahkan jelang Pemilu 1955

Kabar hoax yang meresahkan jelang Pemilu 1955

Senin, 25 Mar 2019 14:26 WIB
Friend Zone: Humor dan cinta sepasang sahabat

Friend Zone: Humor dan cinta sepasang sahabat

Sabtu, 23 Mar 2019 12:00 WIB