logo alinea.id logo alinea.id

Polri selidiki keterlibatan tim mawar dalam aksi 22 Mei

Tim Mawar adalah pasukan khusus di bawah Prabowo Subianto yang bertugas menculik aktivis saat kerusuhan pada 1998.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Senin, 10 Jun 2019 18:38 WIB
Polri selidiki keterlibatan tim mawar dalam aksi 22 Mei

Mabes Polri mengaku akan menyelidiki dugaan keterlibatan mantan anggota Tim Mawar sebagai aktor intelektual di balik kerusuhan 21-22 Mei. Keterlibatan Tim Mawar tengah didalami oleh tim pencari fakta yang telah dibentuk oleh Kapolri.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan tim pencari fakta akan mendalami semua informasi yang berkaitan dengan kerusuhan 21-22 Mei.

"Semua informasi akan kami dalami ya," ujar Asep di Humas Polri, Senin (10/6).

Tim Mawar adalah pasukan khusus di bawah Prabowo Subianto yang bertugas menculik aktivis saat kerusuhan pada 1998.

Asep membeberkan tim pencari fakta masih mengumpulkan bukti-bukti untuk mengetahui dalang kerusuhan tersebut. Menurutnya tim pencari fakta memiliki metode penyelidikan khusus dalam menangani kerusuhan selama dua hari itu, sehingga tidak dapat memutuskan secara cepat mengenai dugaan keterlibatan salah satu kelompok manapun.

"Kami sedang melakukan pendalaman terkait aksi itu, apakah melibatkan kelompok-kelompok tertentu. Yang jelas, tim akan menggunakan metode khusus agar mengetahui keterlibatan berbagai unsur serta kelompok tertentu dalam aksi tersebut," tuturnya.

Ditambahkan Asep, tim pencari fakta akan bekerja sesuai dengan fakta hukum di lapangan. Ia juga memastikan dalam mengungkap kasus ini Polri tidak akan pandang bulu dalam menetapkan tersangka dan mengungkap aktor intelektualnya.

Terkait dengan informasi yang menyebut adanya keterlibatan Tim Mawar dalam aksi kerusuhan 21-22 Mei, Asep memastikan informasi yang beredar itu bukanlah berasal dari kepolisian. Ia mengatakan Polri tidak akan memberikan informasi secara terbuka sebelum investigasi yang dilakukan tim pencari fakta selesai dilakukan.

Sponsored

"Kami (Polri) tidak pernah memberikan informasi sebegitu terbuka karena dalam hal ini semua masih didalami," katanya.