sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Presiden perintahkan pengawasan ketat cegah coronavirus

Presiden Jokowi telah memerintahkan Menkes Terawan Agus Putranto untuk mengawasi kemungkinan masuknya coronavirus ke Indonesia.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Jumat, 24 Jan 2020 16:24 WIB
Presiden perintahkan pengawasan ketat cegah coronavirus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 240687
Dirawat 56889
Meninggal 9448
Sembuh 174350

Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto melakukan pengawasan ketat terhadap kedatangan orang dan barang dari luar negeri. Hal ini guna mencegah penyebaran coronavirus di Indonesia.

"Saya perintahkan Menkes untuk diawasi detail. Diawasi. Dan saya juga sudah siap memeriksa dengan scanner setiap kedatangan dari luar, siapapun yang kemungkinan besar terjangkit," kata Presiden di Istana Negara, Jakarta, Jumat.

Jokowi memastikan, hingga siang ini belum ada warga Indonesia yang terjangkit virus ini. Dia menekankan perlunya kewaspadaan atas penyebaran virus yang menimbulkan wabah di Kota Wuhan, China. Secara global, virus ini telah menyebabkan 830 orang terinfeksi, dengan 26 orang pasien meninggal dunia.

"Saya terima belum ada yang terkena dan semoga ke depannya tidak ada yang terjangkit dari luar," kata Jokowi.

Sebagai upaya deteksi dan pencegahan, kantor kesehatan pelabuhan melakukan pengawasan terhadap orang-orang yang masuk ke tanah air dari luar negeri. Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan sejumlah rumah sakit rujukan untuk menangani penyakit ini. 

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Vensya Sitohang mengatakan, ada 100 rumah sakit yang ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan.

"Kemenkes sudah menyiapkan semua daerah secara berjenjang dari provinsi, kabupaten/kota, rumah sakit, laboratorium, termasuk kantor kesehatan pelabuhan (KKP) yang ada di pintu masuk negara, baik itu dari bandara, pelabuhan maupun pos lintas darat negara," kata Vensya Sitohang.

Hingga hari ini, memang belum ada warga negara Indonesia yang dipastikan terkena coronavirus. Namun ada seorang warga yang mendapat health alert card saat tiba di Indonesia dari China Rabu (22/1).

Sponsored

Pasien tersebut langsung mendatangi Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Sulianti Saroso. Namun demikian, pihak rumah sakit belum memastikan pasien tersebut terkena coronavirus.

"Sedang uji laboratorium untuk mengetahui lebih lanjut apa pasien benar-benar terkena coronavirus atau tidak. Litbangkes butuh dua sampai tiga hari untuk memastikannya," kata Pokja Penyakit Infeksi Emerging RSPI Sulianti Saroso Pompini Agustina di Jakarta, Jumat (24/1).

Berita Lainnya