Nasional / Kependudukan

Ribuan KTP elektronik tercecer di Jakarta Timur

Warga Kampung Bojong Rangkong, Duren Sawit, Jakarta Timur menemukan ribuan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik yang tercecer.

Ribuan KTP elektronik tercecer di Jakarta Timur
Warga Kampung Bojong Rangkong, Duren Sawit, Jakarta Timur menemukan ribuan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik yang tercecer. / Istimewa

Warga Kampung Bojong Rangkong, Duren Sawit, Jakarta Timur menemukan ribuan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik yang tercecer.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menjelaskan penemuan KTP elektronik tersebut terjadi pada hari ini, Sabtu (8/12) pukul 15.30 WIB. 

"Ditemukan KTP sebanyak 2.158 dalam karung beras ukuran 20 kilogram di Kampung Bojong Rangkong RT 03/ RW 011 Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur," katanya melalui keterangan resmi, Sabtu (8/12).

Argo menjelaskan, kronoligi berawal dari temuan Ketua RW setempat Ipit Purwanto yang melihat anak-anak Kampung Bojong Rangkong memainkan KTP. Melihat benda tersebut adalah sebuah KTP, Ipit segera menghubungi Bhabinkamtibmas sekitar pukul 13.30 WIB. 

Kemudian, Bhabinkamtibmas menuju ke lokasi penemua KTP dan barang bukti segera diamankan di seketariat RW 011 dan disaksikan oleh pengurus RW setempat. 

"Selanjutnya diamankan di Polsek Duren Sawit untuk kepentingan penyelidikan," katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta Dhany Sukma saat dihubungi Alinea.id sekitar pukul 20.33 WIB, mengatakan dirinya sedang berada di Polsek Duren Sawit untuk menindaklanjuti temuan KTP elektronik tersebut

Menurutnya, KTP elektronik yang ditemukan oleh anak-anak Kampung Bojong Rangkong merupakan kartu identitas cetakan pertama. 

"Itu merupakan KTP lama (pembuatan) tahun 2011, 2012, 2013. KTP itu merupakan cetakan awal saat perekaman," katanya melalui sambungan telepon.

Saat ini, Kadis Dukcapil telah meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut temuan KTP el tersebut. "Kami sedang meminta tolong dari kepolisian untuk melakukan pelacakan," tegasnya. 


Berita Terkait

Kolom

Infografis