sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Didampingi LPSK, Richard Eliezer jalani sidang perdana kasus pembunuhan Brigadir J

Dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) akan membacakan dakwaan terhadap Richard dalam perkara ini.

Gempita Surya
Gempita Surya Selasa, 18 Okt 2022 09:51 WIB
Didampingi LPSK, Richard Eliezer jalani sidang perdana kasus pembunuhan Brigadir J

Sidang perdana kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, untuk terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada RE dilaksanakan hari ini (18/10). Persidangan digelar secara terbuka di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Selasa, 18 Oktober 2022, pukul 10.00 sampai selesai. Agenda sidang perdana," demikian keterangan dari situs resmi SIPP PN Jaksel, dikutip Selasa (18/10).

Dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) akan membacakan dakwaan terhadap Richard dalam perkara ini. Sidang hari ini merupakan rangkaian sidang kasus pembunuhan berencana Brigadir J terhadap kelima terdakwa.

Adapun terdakwa Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf telah menjalani sidang sehari sebelumnya (Senin, 17/10).

Pemisahan agenda sidang terhadap Richard Eliezer, dikarenakan posisinya sebagai justice collaborator. Hal ini dilakukan untuk menghindari intervensi, sebab peran Richard sebagai pengungkap fakta dianggap penting dan tak bisa dicampur dengan keterangan terdakwa lain.

Pantauan Alinea.id di lapangan, bus tahanan Kejaksaan Agung yang membawa Richard Eliezer tiba di PN Jaksel sekitar pukul 08.32 WIB. Ia datang didampingi dengan tim dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Richard tampak mengenakan kemeja berwarna putih, dan memakai rompi merah. Ia dikawal ketat oleh petugas dan masuk ke Gedung PN Jaksel untuk dilakukan pemeriksaan awal.

Sementara di luar ruang sidang, puluhan aparat keamanan melakukan penjagaan seperti hari sebelumnya saat sidang Ferdy Sambo dkk. Sekitar pukul 09.33 WIB, Richard beralih menuju ruang sidang utama Oemar Seno Adji untuk menjalani proses persidangan.

Sponsored

Berdasarkan surat dakwaan Sambo, Putri, Ricky, dan Kuat yang telah dibacakan kemarin, Richard disebut terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Richard disebut menembak Brigadir J sebanyak tiga atau empat kali hingga terkapar di tangga.

Selain itu, Richard disebut juga menerima handphone dan dijanjikan uang senilai sekitar Rp1 miliar sebagai tanda terima kasih atau hadiah karena turut terlibat dalam merampas nyawa Brigadir J.

Dalam perkara ini, kelima terdakwa dijerat melanggar Pasal 340 subsidair Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun Ferdy Sambo juga didakwa perkara lain, yakni obstruction of justice. Ia didakwa sengaja menghilangkan alat bukti pembunuhan Brigadir J sehingga menghalangi penyidikan.

Sambo dijerat Pasal 49 KUHP juncto Pasal 33 UU ITE atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 221 ayat (1) ke-2 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Berita Lainnya
×
tekid