sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Banjir paksa 1.361 warga DKI Jakarta mengungsi

Total pengungsi banjir di DKI Jakarta sebanyak 379 KK.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Sabtu, 20 Feb 2021 09:40 WIB
Banjir paksa 1.361 warga DKI Jakarta mengungsi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Citra radar cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu (20/2) pukul 01.30 WIB, memantau terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat merata di wilayah Jabodetabek.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hingga Sabtu (20/2) hingga pukul 06.00 WIB, sejumlah wilayah di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur masih terdampak genangan.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto mengungkapkan, sebanyak 29 RW dan 44 RT di Jakarta Selatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm.

Kemudian, tercatat pula sebanyak 7 kepala keluarga (KK) atau 19 orang mengungsi. Sementara itu, sebanyak 50 RW dan 143 RT terdampak banjir di Jakarta Timur dengan  dengan ketinggian 40 - 180 cm.

BPBD DKI juga tercatat sebanyak 372 KK dengan total 1.361 orang mengungsi, serta 4 RW dan 6 RT terdampak banjir di Jakarta Barat.

Dengan demikian, total pengungsi banjir di DKI Jakarta sebanyak 379 KK atau 1.380 orang. Di sisi lain, masih banyak wilayah terdampak banjir akibat tingginya curah hujan dan luapan Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Pesanggrahan di Jakarta Selatan. Juga luapan saluran penghubung (PHB) Sulaiman, Kali Sunter, Kali Cipinang di Jakarta Timur.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kondisi genangan sedang ditangani oleh Dinas Sumber Daya Air, Damkar, dan PPSU Kelurahan yang ditargetkan akan surut dalam waktu cepat. Kami juga masih mengerahkan personel untuk memantau situasi di lokasi-lokasi yang rawan terdampak genangan," ujar Sabdo dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/2).

Untuk itu, ia mengimbau warga DKI Jakarta tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Jika terjadi keadaan darurat dapat menghubungi Call Center 112. Selain itu, warga DKI Jakarta diminta melaporkan jika menemukan genangan/banjir melalui aplikasi JAKI dan peta bencana.

Sponsored
Berita Lainnya