logo alinea.id logo alinea.id

Tak kunjung merespons, Veronica Koman terancam DPO

Polisi telah mengirimkan surat untuk kali kedua yang ditujukan kepada Veronica Koman.

Adi Suprayitno
Adi Suprayitno Selasa, 10 Sep 2019 19:40 WIB
Tak kunjung merespons, Veronica Koman terancam DPO

Polda Jawa Timur melalui Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri resmi mengirimkan surat pemanggilan kedua kepada Veronica Koman. Selanjutnya surat tersebut akan dikirimkan ke KBRI negara tempat Veronica Koman menetap. Untuk selanjutnya, surat tersebut ditujukan kepada Veronica Koman sendiri.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, mengatakan polisi sudah mengantongi alamat tempat kediaman Veronica Koman di luar negeri. Setelah surat pemanggilan diterima KBRI, kemudian akan dilanjutkan ke tempat tinggal Veronica Koman.

“Hubinter akan mengirimkan surat pemanggilan ke alamat Veronica di luar negeri melalui KBRI,” kata Luki di Mapolda Jawa Timur pada Selasa, (10/9).

Dengan dikirimkannya surat pemanggilan untuk kali kedua itu, Luki berharap Veronica Koman bisa kooperatif, sehingga bersedia diperiksa terkait kasus penyebaran berita bohong berbau provokasi mengenai insiden yang menimpa mahasiswa Papua di Surabaya beberapa waktu lalu.

“Dalam sepekan Veronica belum memenuhi panggilan Polda untuk proses penyidikan. Kami sudah berkirim surat pemanggilan, namun mangkir. Bahkan kepada keluarganya. Namun tetap tidak ada respons,” ujarnya.

Luki mengatakan, hingga saat ini Polda Jawa Timur masih menunggu itikad baik Veronica Koman untuk memenuhi panggilan pemeriksaan pada Jumat (13/9). Veronica Koman diharap merespons surat pemanggilan tersebut secara arif dan bijak, bukan malah menyebarkan informasi melalui media sosial Twitter.

“Jika pemanggilan kedua tak dihiraukan, Polda akan menetapkan sebagai DPO,” kata Luki.

Namun demikian, Luki menambahkan, karena keberadaan Veronica Koman yang kini tengah berada di luar negeri, pihak kepolisian memberikan keringanan hingga pekan depan.

Sponsored

"Kami beri toleransi karena terkendala perjalanan. Karena ini jauh lokasinya kami bisa beli toleransi minggu depannya, atau minggu depannya lagi,” kata Luki.

“Namun demikian, jangan kemudian yang bersangkutan malah komentar melalui media sosial.”