sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Terdeteksi dua tahun, jaringan ISIS pernah rancang aksi teror di Papua

Aksi teror yang telah disiapkan jaringan ISIS di Papua berhasil digagalkan Densus 88.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 06 Sep 2019 15:43 WIB
Terdeteksi dua tahun, jaringan ISIS pernah rancang aksi teror di Papua
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Aparat kepolisian menyatakan jaringan teroris internasional ISIS di Papua dan Papua Barat, yang berusaha menunggangi kerusuhan pasca-insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, bukan muncul saat itu. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror telah mendeteksi jaringan ISIS di Papua dan Papua Barat sejak dua tahun lalu.

“Jaringan ISIS Papua sudah terdeteksi kurang lebih sekitar dua tahun belakangan ini, cuman dia aktifnya kurang lebih satu tahun belakangan ini,” ujar Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/9).

Menurutnya, jaringan teroris ISIS bahkan telah merencanakan aksi teror di Tanah Papua. Namun serangan itu gagal karena telah lebih dulu terendus Densus 88.

“Salah satu yang sudah dilakukan upaya penegakan hukum oleh densus 88 adalah upaya melakukan pengeboman di Polres Manokwari, tapi berhasil diamankan,” kata Dedi.

Berdasarkan pemetaan Densus 88, jaringan ISIS di Tanah Papua tersebar di Jayapura, Wamena, Fakfak, Manokwari, Marauke, dan beberapa daerah lain di Papua dan Papua Barat. Meski demikian, kekuatan ISIS di Papua relatif masih kecil karena masih dalam tahap pengumpulan pengikut.

Dedi menegaskan, jaringan ISIS ini berbeda aliran dengan kelompok separatis yang ada di Papua dan Papua Barat.

Dedi pun mengatakan, Densus 88 tengah mendalami dugaan keterlibatan jaringan ISIS dalam sejumlah kerusuhan di Papua dan Papua Barat, yang terjadi usai insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. Ribuan warga Papua melakukan aksi unjuk rasa merespons insiden yang diwarnai ujaran rasial di Surabaya.

Sponsored

Namun sejumlah unjuk rasa yang digelar berujung kerusuhan hingga menyebabkan berbagai fasilitas umum rusak. Di Deiyai, Papua, kerusuhan menyebabkan seorang anggota TNI AD dan warga sipil tewas. Sebanyak 10 pucuk senjata TNI AD juga hilang dalam kerusuhan tersebut.

Berita Lainnya