sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

TNI AU diinstruksikan beradaptasi dengan kecanggihan teknologi

Di era yang dinamis ini, harus mengedepankan cara kerja yang komunikatif, inklusif, dan kolaboratif.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 27 Mei 2020 11:19 WIB
TNI AU diinstruksikan beradaptasi dengan kecanggihan teknologi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 502.110
Dirawat 63.722
Meninggal 16.002
Sembuh 422.386

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, menginstruksikan segenap jajaran TNI AU agar dapat beradaptasi dengan kecanggihan teknologi di era Revolusi Industri 4.0. Di era yang dinamis ini, harus mengedepankan cara kerja yang komunikatif, inklusif, dan kolaboratif yang muaranya adalah dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) TNI AU yang berkualitas.

Atas dasar itu, Fadjar mendorong agar segenap jajaran TNI AU dapat memiliki kecakapan literasi. Hal ini amat dibutuhkan, selain jiwa nasionalisme, penguasaan teknis, kepribadian yang baik, dan kualitas fisik yang tangguh.

"Saya melihat setidaknya ada dua jenis literasi yang dapat dijadikan modal berharga bagi prajurit TNI Angkatan Udara dalam menghadapi kemajuan teknologi informasi yang semakin cepat, yaitu literasi baca tulis dan literasi digital," terang Fadjar dalam keterangan resminya pada Rabu (27/5).

Fadjar juga memaparkan sembilan program prioritas yang akan dikerjakan TNI AU, di bawah kepemimpinannya. Sembilan program prioritas ini terkait strategi pembinaan kemampuan dan pembangunan kekuatan TNI AU.

Pertama, Fadjar meminta segenap petinggi TNI AU segera merumuskan skema new normal. Di mana berbagai tugas tetap dapat berjalan dan dampak pandemi dapat ditekan serendah mungkin, sebagai mekanisme dan prosedur kinerja yang baru.

"Kemudian, dalam bidang perencanaan, dengan mempercepat pemenuhan Minimum Essential Force Tahap III hingga 2024, dengan fokus pada pencapaian air superiority. Melalui kemampuan Network Centric Warfare dan pemenuhan alutsista dengan teknologi yang tetap relevan hingga 30 tahun ke depan," kata Fadjar.

Program prioritas ketiga adalah organisasi. Dalam hal ini, Fadjar meminta petinggi TNI AU segera menyiapkan penerapan organisasi, mengatur prosedur mekanisme hubungan kerja (Prosmekhubja), dan menata organisasi yang selaras dengan kebijakan proportional growth dan right sizing

Berikutnya dalam prioritas bidang intelijen, Fadjar ingin pihaknya dapat mewujudkan informasi superiority TNI AU. Pada prioritas bidang operasi, ia ingin jajarannya dapat meningkatkan kualitas operasi TNI AU, baik Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Sponsored

Sementara itu, pada prioritas bidang latihan, Fadjar akan menitikberatkan pada peningkatan efektivitas dan efisiensi latihan. Hal ini dilakukan sebagai upaya komprehensif untuk meningkatkan kemampuan personel dan kemampuan satuan, secara cepat dan tepat sasaran.

"Kemudian, dalam bidang Sumber Daya Manusia, saya menyoroti bagaimanapun canggihnya teknologi yang digunakan, namun pada akhirnya unsur manusialah yang menentukan keberhasilan tugas," ujar alumnus AAU 1988 itu.

Lebih jauh, dalam bidang pemeliharaan. Fadjar ingin pihaknya bisa menjamin terpeliharanya operational readliness TNI AU. Selanjutnya, dalam bidang keselamatan terbang dan kerja (Lambangja), ia ingin menjadikan safety culture sebagai landasan utama yang sangat esensial.

"Caranya dengan menempatkan safety sebagai faktor utama dalam setiap pengambilan keputusan misi operasi dan latihan," sambung Fadjar.

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Senin, 23 Nov 2020 16:42 WIB
Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Minggu, 22 Nov 2020 14:48 WIB
Berita Lainnya