logo alinea.id logo alinea.id

Tolak bongkar jaringan teroris, Khodijah diduga pilih bunuh diri

Khodijah diduga meminum cairan pembersih yang ada dalam kamar mandi tahanan. 

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 21 Mar 2019 19:31 WIB
Tolak bongkar jaringan teroris, Khodijah diduga pilih bunuh diri

Seorang terduga teroris berinisial Y alias Khodijah ditemukan tewas saat menjalani penahanan di rumah tahanan Polda Metro Jaya pada Senin, (18/3). Tewasnya Khodijah diduga karena meminum cairan pembersih yang ada dalam kamar mandi tahanan. 

Menurut pengamat teroris Ali Ashgar, kemungkinan tewasnya Khodijah merupakan bentuk perlawanan terduga teroris tersebut kepada petugas. Bukan tak mungkin ia memilih bunuh diri dengan meminum cairan pembersih karena menolak untuk membeberkan jaringannya selama menjalani proses pemeriksaan oleh Densus 88. Apalagi, polisi dianggap kelompok teroris sebagai thogut.

“Bunuh diri itu mungkin saja dilakukan oleh para teroris karena menurut mereka lebih baik mati daripada membeberkan mengenai jaringan mereka kepada polisi yang dianggap thogut,” kata Ali saat dihubungi Alinea.id di Jakarta pada Kamis, (21/3).

Dibanding laki-laki, menurut Ali, teroris perempuan lebih militan ketika menjalankan aksi amaliahnya. Karena itu, ia rela kehilangan nyawanya bahkan mengajak anak-anaknya untuk melakukan aksi yang dianggapnya sebagai suatu kebenaran tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil laboratorium forensik dari olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk membuktikan hal tersebut. Dari hasil labfor itu, nantinya dapat diketahui apakah kandungan dalam pembersih yang ada di kamar mandi sesuai dengan kondisi organ dalam di tubuh Khodijah atau tidak.

"Olah TKP sudah dilakukan. Saat ini masih menunggu hasil labfor untuk mencocokkan apakah kandungan dari beberapa barang yang ditemukan di TKP identik dengan temuan dalam perutnya," ujar Dedi.

Sementara dokter RS Polri sebelumnya menyatakan kondisi lambung Khodijah berwarna hitam lantaran ditemukan jumlah asam klorida yang sangat tinggi. Akibatnya, hal itu menyebabkan lambungnya pecah. Polisi menduga pecahnya lambung Khodijah karena mengonsumsi sesuatu yang menyebabkan kandungan asam di dalam perutnya tidak wajar.

“Berdasarkan catatan medis, Khodijah memiliki riwayat penyakit asam lambung. Ia dilarikan ke RS Polri setelah sempat ke kamar mandi sebelum menjalani pemeriksaan oleh Densus 88,” kata Dedi.

Sponsored

Kepala Instalansi Forensik RS Polri, Kombes Pol Edy Purnomo, mengungkapkan efek dari meminum cairan pembersih tergantung pada jumlah saat mengkonsumsinya. Jika cairan pembersih yang dikonsumsi dalam jumlah sedikit tidak memungkinkan menyebabkan pecahnya lambung.

"Itu bisa terjadi tergantung pada jenis zat pada pembersihnya dan jumlah yang dikonsumsi. Kalau dikonsumsi sedikit tidak bisa sampai pecah," kata Edy.

Dosen Kedokteran Universitas Diponegoro, Bambang Darmawan menjelaskan kandungan dari pembersih lantai memang mengandung asam klorida, namun kadarnya tidak tinggi. 

"Tapi, kalau punya riwayat sakit lambung bisa saja sampai pecah. Kalau tidak punya ya tidak, karena kandungan asam klorida di semua cairan pembersih itu tidak tinggi," kata Bambang.