sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wagub dorong Bank DKI beri KUR untuk bangkitkan UMKM

Ini untuk membangkitkan kembali ekonomi para pelaku UKM melalui KUR Bank DKI.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Senin, 06 Jul 2020 17:42 WIB
Wagub dorong Bank DKI beri KUR untuk bangkitkan UMKM
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Pemprov DKI libatkan Bank DKI untuk memulihkan perekonomian warga akibat Covid-19. Dalam menghadapi kenormalan baru atau new normal, ekonomi di ibu kota harus berjalan cepat. 

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI, dinilai penting dan diharapkan dapat membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk bangkit kembali. Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria mengaku, telah merancang konsep pemulihan ekonomi menjelang kenormalan baru dengan mengundang para ahli dalam bidangnya.

Menurut dia, salah satu cara untuk membangkitkan kembali ekonomi para pelaku UKM adalah melalui kredit usaha rakyat (KUR) Bank DKI. "Insyaallah dalam waktu dekat akan disampaikan, karena sudah kami rumuskan solusi yang terbaik supaya Jakarta bisa segera bangkit,” kata Ariza, sapaan akrabnya di Jakarta, Senin (6/7).

Politikus Partai Gerindra itu menyebut, pemerintah pusat maupun daerah berkewajiban untuk memulihkan perekonomian masyarakat akibat dampak Covid-19.

Karena itu, sebagai perusahaan plat merah yang bergerak dalam bidang perbankan di ibu kota, Ariza berharap, Bank DKI dapat membantu memberikan kredit yang ringan sebagai modal usaha.

Pemberian kredit ringan ini merupakan bentuk stimulus lain, untuk menggerakan roda perekonomian di ibu kota. Soalnya Pemprov DKI, juga berencana akan memberikan instentif pajak dan perizinan kepada pelaku usaha yang saat ini masih dikaji formulasinya. "Jadi, pak gubernur dan saya sudah rapat di lingkup internal untuk membahas hal ini," ujarnya.

Menurut dia, warga ibu kota harus bersiap menghadapi kenormalan baru, karena nantinya aktivitas masyarakat akan berjalan normal. Namun, warga tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Beda halnya dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi saat ini, DKI hanya memperbolehkan aktivitas masyarakat di sektor ekonomi, pariwisata dan sebagainya mencapai 50 persen dari kapasitas.

Sponsored

"Berbagai program sudah kami siapkan, tapi sekarang kami masih fokus dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 itu sendiri bagaimana memastikan bahwa penyebaran virus ini bisa segera berakhir," jelasnya.

Berita Lainnya