sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Waspadai dampak siklon tropis Surigae di utara Sulawesi dan sekitarnya

Siklon tropis Surigae diperkirakan berkembang menjadi badai tropis kuat hingga topan pada Jumat (16/4).

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Rabu, 14 Apr 2021 15:12 WIB
Waspadai dampak siklon tropis Surigae di utara Sulawesi dan sekitarnya

Bibit siklon tropis di utara Papua telah berkembang menjadi siklon tropis Surigae. Siklon tropis kini bergerak ke arah barat laut menuju Filipina.

Japan Meteorological Agency (JMA) menganalisis pergerakannya dan memberinya nama siklon tropis Surigae. Sedangkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutnya siklon tropis 94W.

"Akibatnya, saat ini terjadi peningkatan kecepatan angin rata-rata di wilayah utara Sulawesi dan sekitarnya berkisar 8-20 knot," ucap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangan tertulis, Rabu (14/4).

Siklon tropis Surigae diperkirakan berkembang menjadi badai tropis kuat (STS), bahkan berpotensi menjadi topan (typhoon/TY) pada Jumat (16/4). Masyarakat diimbau waspada dan berhati-hati dengan potensi angin kencang hingga hujan lebat serta dampak lanjutannya, seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengungkapkan, siklon tropis Surigae berdampak tidak langsung pada kecepatan angin di utara Sulawesi dan sekitarnya. Kecepatan angin diperkirakan terus meningkat bertahap hingga mencapai puncaknya pada Minggu (18/4).

Sebagai dampak tidak langsung, wilayah yang berdekatan dengan posisi siklon tropis berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat selama sepekan ke depan. Saat ini, BMKG (TCWC Jakarta) terus memantau perkembangan siklon tropis Surigae.

"Sedangkan tinggi gelombang laut akan mengalami peningkatan hingga puncaknya pada 18 April 2021. Gelombang ini bahkan dapat mencapai kategori sangat tinggi (4-6 m) di wilayah perairan Kepulauan Sitaro, Sangihe, dan Talaud, serta Laut Maluku bagian utara," ucapnya.

Dwikorita sebelumnya menyebut, bencana akibat siklon tropis rutin terjadi setiap tahun. Karenanya, pemanasan global mesti dimitigasi agar siklon menjadi normal.

Sponsored

Tercatat ada 10 siklon tropis di Indonesia sejak 2008 hingga tahun ini. Detailnya, siklon tropis Durga pada 2008, siklon tropis Anggrek (2010), siklon tropis Bakung (2014), siklon tropis Cempaka dan Dahlia (2017), siklon tropis Flamboyan dan Kenangan (2018), siklon tropis Lili (2019), siklon tropis Mangga (2020), dan siklon tropis Seroja (2021).

Berita Lainnya