sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gairah fans Garuda ke Toulon Tournament singkap rekor historis

Secara historis, timnas U-19 merupakan puncak bentuk terbaik kesebelasan Garuda.

Arpan Rachman
Arpan Rachman Sabtu, 04 Jun 2022 19:38 WIB
 Gairah fans Garuda ke Toulon Tournament singkap rekor historis

Keberhasilan Raka Cahyana dan kawan-kawan mengalahkan 1-0 Ghana U-20 di Toulon Tournament, Kamis (2/6), seperti memunculkan gairah baru di benak fans Garuda. Gairah itu terasa lumayan menyenangkan. 

Level kelompok umur atau sebelum U-23, kualitas pesepak bola Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan negara mana saja di dunia. Pesepak bola bukan hanya berarti pemain, tapi termasuk juga pelatih.

Tepatlah dulu kiranya Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha, sekarang Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola ASEAN, menginisiasi upaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U20. Ratu dan tim perumus rencana itu berjuang gemilang seperti kelompok Bajak Laut Topi Jerami yang merompak kesempatan para pesaing lain.

Akhirnya mereka berhasil mengegolkan agenda paling tinggi yang pernah dicapai bangsa ini. Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2023 mendatang. Barangkali Stadion MH Thamrin pun sudah siap, begitu juga sambutan di kota-kota lainnya.

Di masa kesekjenan Ratu, tim nasional nyaris lolos ke Piala Dunia U-17 Brasil 2019. Bagus Kahfi cs hanya kalah tipis 2-3 dari Australia di perempat final Piala Asia AFC U-17 Malaysia 2018. Pelatihnya pun standar, merek lokal saja, Fakhri Husaini. Rangking Indonesia setelah kejuaraan terakhir menduduki peringkat keenam Asia. Tim papan atas ini namanya.

Di tahun yang sama, Indonesia menggelar Piala Asia AFC U-19. Syahrian Abimanyu dkk juga terpaksa mengubur mimpi ke Piala Dunia U-20 Polandia 2019 karena dikandaskan Jepang 0-2 di perempat final. Pelatihnya masih standar, cap lokal juga, Indra Sjafri.

Secara historis, timnas U-19 merupakan puncak bentuk terbaik kesebelasan Garuda. Lewat dari umur 19 tahun, pemain Indonesia baik U-23 apalagi level senior, selalu tenggelam dalam kemunduran performa sebagai sebuah organisasi permainan.

Ratu mungkin pembaca sejarah yang baik. Selama satu dekade, antara 1960-1970, prestasi timnas U-19 menunjukkan grafik tertinggi. Setelah perhelatan 1960 merebut urutan keempat, Bob Hippy cs menjuarai Asia junior 1961. Peringkat ketiga di 1962 kemudian menjejak peringkat keempat lagi pada 1964. Dua percobaan terakhir di final 1967 dan 1970 cukup memuaskan dengan posisi runner-up.

Sponsored

Artinya, di kurun 10 tahun, Garuda Nusantara menorehkan sekali juara, dua runner-up, sekali peringkat ketiga, dan dua sisanya di urutan keempat dalam enam turnamen tingkat Asia. Potensi besar itu seharusnya menyadarkan semua insan bola bahwa titik puncak prestasi yang perlu diprioritaskan PSSI cukup sampai timnas U-20.

Kalau begitu pula, sesungguhnya tidak ada yang terlalu keliru dengan pola pembinaan selama ini. Sisi yang perlu ditambahkan, seperti saran legenda Jerman Mesut Ozil baru-baru ini, berupa infrastruktur sepak bola saja. Sisihkanlah skala utama dari U-23 dan senior, sebab kecil sekali kemungkinan akan juara-juara. 

Berita Lainnya
×
tekid