sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Peringatan Haornas 2021 tekankan tiga pilar sistem DBON

Diperlukan sebuah strategi dan sistem yang terintegrasi untuk mewujudkan tata kelola sistem keolahragaan yang modern.

Michael Jason Saputra
Michael Jason Saputra Kamis, 09 Sep 2021 15:25 WIB
Peringatan Haornas 2021 tekankan tiga pilar sistem DBON

Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2021 yang diselenggarakan di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur pada Kamis (9/9), menekankan tiga pilar penting Desain Besar Olahraga Nasional. Dalam kesempatan acara puncak Haornas tersebut dikenalkan olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, dan olahraga prestasi sebagai tiga pilar penting pengembangan olahraga di Indonesia.

Mantan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI dan legenda juara bulu tangkis Indonesia Susi Susanti, pada kesempatan itu, mengenalkan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Menurutnya, diperlukan sebuah strategi dan sistem yang terintegrasi untuk mewujudkan tata kelola sistem keolahragaan yang modern dan membawa Indonesia ke prestasi dunia. Tidak hanya karena kebetulan menang (by accident), tetapi karena proses dan rancangan yang baik (by design).

“(DBON) ditopang tiga pilar sistem keolahragaan, yaitu olahraga pendidikan yang membangun karakter unggul dan sebagai sentra pembinaan olahraga pelajar. Olahraga rekreasi, yang dapat dilakukan di mana, kapan saja, dan menjadikan olahraga sebagai gaya hidup, mulai dari olahraga massal, tradisional, ekstrim. Olahraga prestasi dengan cabang-cabang olahraga unggulan yang dapat mengharumkan Indonesia,” ujar Susi, yang dikenal luas dengan prestasinya merebut medali emas cabang olahraga bulu tangkis tunggal putri dalam Olimpiade Musim Panas Barcelona 1992.

Tiga pilar sistem keolahragaan tersebut kemudian dijelaskan lebih lanjut dalam sebuah pertunjukan dengan narasi yang dibacakan. Olahraga pendidikan diperkenalkan sebagai cara membentuk karakter unggul sejak usia dini. Penekanan dari pilar sistem keolahragaan pertama ini adalah membentuk jiwa sportif, kerja sama, dan kebersamaan melalui permainan bagi pelajar.

Pilar sistem keolahragaan kedua, yaitu olahraga rekreasi menekankan kebugaran dan kesehatan masyarakat yang didapat dengan kemampuan berolahraga di mana saja dan kapan saja. Termasuk olahraga massal seperti senam, olahraga ekstrim seperti parkour, hingga olahraga tradisional yang juga menjadi potensi pariwisata nasional. 

Pilar sistem keolahragaan ketiga yaitu, olahraga prestasi menekankan pada peningkatan prestasi Indonesia di panggung olahraga internasional, terutama Olimpiade dan Paralimpiade. Terdapat 14 cabang olahraga unggulan di Olimpiade termasuk atletik, bulu tangkis, senam artistik, panjat tebing, angkat besi, balap sepeda, panahan, menembak, renang, dayung, karate, taekwondo, wushu, dan pencak silat. Sementara itu, terdapat 5 cabang olahraga unggulan di Paralimpiade termasuk para-atletik, parabulutangkis, para-powerlifting, para-tenis meja, dan para-renang.

Peringatan Haornas 2021 juga menjadi kesempatan Menpora Zainudin Amali, untuk mengumumkan telah ditandatanganinya Peraturan Presiden No. 86 Tahun 2021 Tentang Desain Besar Olahraga Nasional oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada hari yang sama. Menurutnya, penandatanganan tersebut merupakan sinyal baik bagi masa depan olahraga Indonesia.

Sponsored

“Ini juga sebagai penanda bahwa hari ini lahir harapan baru untuk prestasi olahraga Indonesia,” ujarnya.

Berita Lainnya