sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Golkar: Strategi hadapi Pilpres 2024 berjalan baik

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dinilai menjadi sorotan publik karena serius mengatasi pandemi. Namun, belum mau bicara pencapresan.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Selasa, 25 Mei 2021 10:13 WIB
Golkar: Strategi hadapi Pilpres 2024 berjalan baik

Hasil survei nasional Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) terkait latar belakang kandidat calon presiden (capres) 2024 memunculkan sejumlah nama dari berbagai klaster sumber kepemimpinan, seperti ketua umum partai politik, TNI, Polri, menteri, kepala daerah, dan Perempuan. Prabowo Subianto dan Airlangga Hartarto menjadi dua kandidat.

Peneliti ARSC, Bagus Balghi, berpandangan, peluang Ketua Umum DPP Partai Golkar. Airlangga Hartarto, tergolong prospektif mengingat kapasitasnya sebagai Menko Perekonomian yang menangani berbagai isu krusial hari ini.

"Nama Airlangga Hartarto dan Prabowo Subianto dalam tingkatan yang berbeda, namun menunjukkan konsistensi kemunculan dan prospek yang cukup besar dalam Pilpres 2024 mengingat keduanya adalah ketua umum partai besar sekaligus menteri yang menangani isu vital. Khusus Airlangga Hartarto, menangani isu ekonomi rakyat dan penanganan pandemi," ujarnya saat rilis survei ARSC, akhir pekan lalu.

Berdasarkan survei ARSC, sambung Bagus, kriteria sosok sipil, berkinerja terukur, dan pengalaman yang baik memiliki potensi besar untuk dipilih publik. Posisi ketua umum partai menjadi penting karena otoritas pengambilan keputusan di tingkat partai.

Hal tersebut dinilai berbeda dengan figur-figur politik yang populer secara individu tetapi lemah dalam akses partai, seperti Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Meski elektabilitas keduanya tinggi, tetapi membutuhkan proses panjang untuk mendapatkan tiket capres.

"Kami memprediksi akan terjadi gesekan pada internal sejumlah partai terkait rivalitas menuju capres 2024. Lebih menarik lagi jika ada niatan dari beberapa partai lain yang akan melaksanakan konvensi sebagaimana diwacanakan oleh Partai NasDem," jelasnya.

"Sementara partai yang sejak awal solid mendorong pencalonan ketua umum, relatif lebih fokus membangun kinerja politik di tingkat basis. (Itu) berguna tidak hanya untuk pilpres, tapi juga untuk kepentingan pileg (pemilihan legislatif) dari partai tersebut," imbuh dia.

Nama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, berada di posisi teratas dengan 25,26% untuk calon dari klaster pembantu presiden. Politikus Partai Gerindra itu dibayangi ketua umumnya cum Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dengan 19,17% dan Airlangga (9,79%).

Sponsored

Survei ARSC bertema "Sumber Kepemimpinan Nasional: Menuju 2024" ini dilaksanakan pada akhir April hingga awal Mei 2021 dengan melibatkan 1.200 responden dari perwakilan 34 provinsi se-Indonesia. Riset menggunakan metode multistage random sampling dengan rerata simpangan (margin of error) 2,9% dan tingkat kepercayaan (level of condifence) 95%.

Menanggapi survei tersebut, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar, Maman Abdurahman, berpendapat, pandemi memengaruhi penilaian publik terhadap pemilihan figur yang akan menjadi calon pemimpin pada 2024. Dicontohkannya dengan kiprah Airlangga dalam menangani Covid-19 sekaligus pemulihan ekonomi nasional. 

"Publik pasti melihat siapa menteri yang benar-benar serius dan konsisten dalam mengatasi pandemi Covid-19 serta upaya pemulihan ekonomi nasional," katanya. "Ketua umum kami memiliki komitmen kuat untuk fokus bekerja mendorong pemulihan ekonomi dan hal itu telah juga menjadi komitmen dari Partai Golkar dari pusat sampai daerah."

Maman melanjutkan, hasil survei ARSC menunjukkan strategi Golkar dalam menghadapi 2024 berjalan baik hingga kini. Itu diperkuat dengan alasan pemilih dalam menentukan jagoannya, kinerja dan pengalaman kepemimpinan kuat. Airlangga dianggap mencerminkan hal tersebut.

"Ini memang sejalan dengan strategi kita di internal partai. Percuma kalau terlalu kencang di awal, nanti akan 'digebukin' orang atau sifatnya fluktuasi sementara seperti yang akan terjadi dengan partai lain," paparnya.

"Pilpres masih kurang lebih tiga tahun lagi. Kuncinya adalah konsistensi kekuatan partai politik yang teruji. Partai Golkar memiliki kepemimpinan, pengalaman, tradisi kemenangan. Hal itu bisa dilihat dari hasil pilkada beberapa saat lalu serta kerja politik yang strategis dan mengakar, visi membangun baik secara institusi maupun individu-individu kader," tambahnya.

Pada waktunya nanti, Maman mengklaim, Golkar akan memperkuat langkah. Namun, fokus hari ini adalah membantu negara menangani pandemi dan memulihkan ekonomi nasional. 

“Ketum kami belum mau banyak bicara pencapresan. Artinya, prioritas beliau bagaimana menyelamatkan ekonomi secara nasional sebagaimana amanah dan komitmen yang dipercayakan oleh Presiden Joko Widodo. Capres tidak dapat hanya dilihat dari elektabilitas dan popularitas. Rekam jejak dan kompetensi untuk menyelesaikan persoalan bangsa hari ini menjadi penting di mata rakyat," tandasnya.

Berita Lainnya