sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mendagri: Jangan pilih calon kepala daerah tidak taat aturan kampanye

Kualifikasi sebagai seorang pemimpin kepala daerah, yaitu yang mampu mengendalikan masyarakatnya sendiri.

Hermansah
Hermansah Sabtu, 18 Jul 2020 17:41 WIB
Mendagri: Jangan pilih calon kepala daerah tidak taat aturan kampanye
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyebutkan, sosok pemimpin yang baik dan layak untuk dipilih oleh masyarakat ialah pemimpin yang disiplin dan taat aturan kampanye sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

Hal tersebut diungkapkan Mendagri setelah menghadiri acara kunjungan kerja rapat koordinasi persiapan Pilkada Serentak 2020 dan Pengarahan Gugus Tugas Covid-19 di Novotel Hotel Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (18/07).

"Saya minta masyarakat dan media juga melihat kontestan mana yang bisa mengendalikan pendukungnya dan pemilihnya. Kalau terjadi pengumpulan masa besar padahal sudah dilarang, ada arak-arakan dan konvoi, lebih baik jangan pilih kontestan calon kepala daerah seperti itu," tegasnya seperti dilansir kemendagri.go.id.

Menurutnya kualifikasi sebagai seorang pemimpin kepala daerah, yaitu yang mampu mengendalikan masyarakatnya sendiri. Karena hal tersebut dianggap erat kaitannya dengan kemampuan kepemimpinan menjadi kepala daerah, dengan jumlah masyarakat yang jauh lebih besar.

Sponsored

"Baru mengendalikan 200 atau 300 orang saja tidak bisa. Bagaimana mau mengendalikan masyarakatnya yang jumlahnya puluhan ribu atau ratusan ribu bahkan jutaan untuk gubernur," terangnya.

Pilkada Serentak Tahun 2020 merupakan salah satu program nasional, oleh karena itu Tito sebagai utusan Presiden dan berdasarkan payung hukum UU No.23 Tahun 2014, memiliki hak penuh dalam mengoordinasikan dan bertanggung jawab keberlangsungan pilkada serentak. 

"Kalau ada pelanggaran pilkada jangan main-main, kami akan serius," tegasnya.

Berita Lainnya