sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Keputusan PHPU dibacakan, BPN gelar nobar

Dalam pembukaannya, Ketua MK sempat meminta maaf atas pelaksanaan sidang yang mengalami keterlambatan kurang lebih sepuluh menit.

Keputusan PHPU dibacakan, BPN gelar nobar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.024.298
Dirawat 149.388
Meninggal 28.855
Sembuh 831.330

Sidang Mahkamah Konstitusi dengan agenda pembacaan putusan permohonan perselisihan hasil Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 dibuka Hakim Konstitusi Anwar Usman selaku Ketua Mahkamah Konstitusi, Kamis, sekitar pukul 12.40 WIB.

Dalam pembukaannya, Anwar sempat meminta maaf atas pelaksanaan sidang yang mengalami keterlambatan kurang lebih sepuluh menit karena urusan administrasi, terutama terkait penggandaan putusan.

Dia juga mengatakan sempat menyampaikan beberapa hal sebelum sidang dimulai.

"Pertama seperti yang kami sampaikan di sidang pertama, kami hanya takut kepada Allah SWT," katanya.

Oleh karena itu, majelis hakim telah berusaha sedemikian rupa untuk mengambil putusan dalam perkara ini berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dan terbukti dalam persidangan.

Ia pun meminta para hadirin untuk menyimak pembacaan putusan, terutama pihak-pihak yang terkait dalam pertimbangan hukum dan amar putusan sengketa Pilpres 2019.

Anwar menyebut majelis hakim akan mempertanggungjawabkan keputusan kepada Allah SWT, sebagaimana tertera dalam surat An-Nisa ayat 58 dan 135, serta surat Al-Maidah ayat 8 yang sempat disampaikan tim kuasa hukum pemohon dan pihak terkait pada sidang sebelumnya.

Dia juga menekankan bahwa pihaknya menyadari hasil putusan hakim tentu tak dapat memuaskan semua pihak.

Sponsored

"Untuk itu, kami mohon jangan dijadikan ajang untuk saling menghujat dan saling memfitnah," kata Anwar.

Sementara itu, menjelang pembacaan putusan permohonan gugatan perselisihan hasil Pemilu Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis, kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tampak sepi, hanya terlihat penjaga di pos pengamanan.

Dari pantauan di kediaman Megawati, di Jalan Teuku Umar Menteng, Jakarta, Kamis, sekitar pukul 11.30 WIB, di depan kediaman Megawati hanya terlihat dua motor pengawal serta beberapa sepeda motor yang parkir di luar pagar.

Sementara itu, pintu gerbang utama, seperti biasanya tertutup rapat, kecuali ada kendaraan yang masuk atau keluar dari kediaman. Tamu perorangan, masuk atau keluar rumah, melalui pintu pos penjagaan pengamanan yang berada di sudut halaman.

Di halaman luar juga tampak sepi dari wartawan, yang biasanya ramai jika akan ada kegiatan. Seorang petugas di pos penjagaan, yang tidak berseragam, mengatakan, penjagaan pengamanan seperti biasa, tidak ada tambahan personel.

Ketika ditanya terkait pertemuan antara Megawati dengan partai koalisi nanti sore, petugas di pos pengamanan itu mengatakan tidak tahu agenda kegiatan Ibu Megawati. "Tugas saya di sini hanya menjaga pengamanan," katanya.

Di sisi lain, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menggelar acara nonton bareng sidang putusan sengketa Pilpres 2019 di Media Center, Jalan Sriwijaya I Nomor 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Prabowo maupun Sandiaga turut mengikuti acara nonton bareng tersebut. Namun, pasangan calon nomor urut 02 itu menyaksikan sidang putusan di kediaman Prabowo, yang tak jauh letaknya dari Media Center.

Pantauan Alinea.id, Prabowo Subianto tiba di kediamannya sekitar pukul 12.24 WIB. Tak ada kata yang dia lontarkan pada pewarta dan juga pendukungnya.

Tak berbeda dengan Prabowo, Sandiaga irit bicara kepada awak media. "Kami doakan yang terbaik ya," kata Sandiaga, sebelum memasuki kediaman Prabowo, Kamis (27/6). Dia tiba di lokasi sekitar pukul 12.28 WIB.

Dari pantauan di Media Center Prabowo-Sandiaga, belum tampak para pendukung memadati ruangan sekitar 20x30 meter itu. Padahal layar lebar sebesar 3x4 telah dipasang untuk menyaksikan sidang tersebut. (Ant)

Berita Lainnya