close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi dinamika politik PKB dan Prabowo Subianto jelang Pilpres 2029. Alinea.id/dibuat oleh AI.
icon caption
Ilustrasi dinamika politik PKB dan Prabowo Subianto jelang Pilpres 2029. Alinea.id/dibuat oleh AI.
Politik
Rabu, 04 Februari 2026 21:48

Kalkulasi politik PKB di tengah wacana Prabowo dua periode

Dukungan PKB terhadap Prabowo dua periode dinilai sebagai strategi Cak Imin menjaga posisi politik jelang Pilpres 2029.
swipe

Dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terhadap Prabowo Subianto untuk dua periode dinilai sebagai langkah strategis Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam membaca dinamika politik menuju Pemilihan Presiden 2029.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai dukungan tersebut tidak sekadar bentuk loyalitas politik, melainkan upaya PKB mengamankan posisi strategis di dalam pemerintahan Prabowo.

“PKB ingin menegaskan diri sebagai bagian penting dari koalisi pendukung pemerintahan. Dukungan dua periode ini merupakan sinyal politik untuk membangun kepercayaan sekaligus menjaga relevansi PKB dalam kekuasaan Prabowo,” ujar Arifki, dalam keterangan resminya yang diterima Alinea.id.

Menurutnya, langkah PKB juga tidak bisa dilepaskan dari dinamika pernyataan Joko Widodo yang sebelumnya menyinggung kemungkinan Prabowo–Gibran dua periode. Momentum tersebut dimanfaatkan PKB untuk menunjukkan kedekatan dan loyalitas politik.

“PKB sedang menawarkan opsi politik kepada Prabowo. Dengan mendukung dua periode, PKB memperkuat posisi tawarnya agar tetap diperhitungkan dalam konfigurasi kekuasaan ke depan,” katanya.

Arifki menilai, PKB secara sengaja belum membuka isu calon wakil presiden secara terang-terangan. Strategi ini dinilai penting untuk menjaga fleksibilitas politik Muhaimin Iskandar agar ruang komunikasi dengan berbagai kekuatan politik tetap terbuka.

“Selama nama calon wakil presiden belum disebut, manuver politik masih cair. Pola ini pernah dilakukan PKB pada Pilpres 2024. Awalnya bersama Prabowo, namun ketika peluang berubah, Cak Imin memilih berpasangan dengan Anies Baswedan,” jelas Arifki.

Dalam konteks internal partai, Arifki menegaskan Muhaimin Iskandar tetap menjadi figur sentral PKB. Meski belum dideklarasikan secara terbuka, nama Cak Imin dinilai masih kuat dalam kalkulasi politik menuju Pilpres 2029.

Ia juga menyoroti mulai aktifnya sejumlah aktor politik nasional yang memberi sinyal pergerakan lebih awal, baik melalui dukungan terbuka maupun komunikasi informal lintas partai. Kondisi tersebut membuka peluang bagi PKB dan Cak Imin untuk memulai negosiasi politik lebih dini.

“Dukungan PKB terhadap Prabowo dua periode bukan langkah spontan. Ini adalah investasi politik jangka panjang, baik untuk menjaga posisi saat ini maupun membuka peluang strategis pada kontestasi nasional mendatang, termasuk opsi kursi wakil presiden,” tutur Arifki.

img
Kudus Purnomo Wahidin
Reporter
img
sat
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan