sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Deadlock soal cawapres, NasDem buka peluang dari eksternal

Koalisi NasDem, PKS, dan Demokrat belum menemui kesepakatan soal siapa yang bakal diusung sebagai pendamping Anies Baswedan pada 2024.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Selasa, 01 Nov 2022 19:59 WIB
<i>Deadlock</i> soal cawapres, NasDem buka peluang dari eksternal

Koalisi Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat berpeluang mencari calon wakil presiden (cawapres) dari eksternal kader. Pangkalnya, belum ada titik temu (deadlock) atas nama-nama yang disodorkan Demokrat dan PKS, sedangkan NasDem menyerahkan keputusan akhir kepada Anies Baswedan.

"Tentang cawapres, kami serahkan ke Mas Anies. Ada tiga kriteria kesepakatan bersama. Pertama, daya ungkit elektoral; kedua, cawapres bisa solidkan koalisi; dan ketiga, kapasitas pemerintahan. Itu jadi kriteria. Masing-masing partai boleh usulkan," ucap Ketua DPP NasDem, Willy Aditya, di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (1/11).

"NasDem tidak [usul] karena sudah mutuskan ke Pak Anies bisa memilih. Tapi, kami tidak tertutup bisa [cawapres] dari dalam dan luar parpol (partai politik)," imbuh dia.

Sebagai informasi, NasDem mengusung Anies sebagai calon presiden (capres) 2024. Sementara itu, PKS mendorong kadernya Ahmad Heryawan (Aher) dan Demokrat mengajukan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres.

Willy menambahkan, NasDem telah menawarkan kepada PKS dan Demokrat agar mengusung cawapres. Namun, keduanya diharapkan tidak tergesa-gesa dalam menyodorkan nama pendamping Anies.

"Siapa yang akan jadi kompetitif itu juga jadi pertimbangan. Tapi, kami hormati tawaran PKS, Aher, dan Demokrat, Mas AHY, dan kami terus diskusikan ke Pak Anies," tuturnya.

Saat ditanya apa jalan tengah, Willy mengatakan, NasDem menghormati mekanisme yang ada di PKS dan Demokrat. Dia meyakini, tim kecil yang dibentuk ketiga parpol sudah memberi sinyal adanya kesepakatan.

"Sejauh ini, sinyal tim kecil yang terus komunikasi kami rasional. Dua hal sepakat, bagaimana persembahkan dwitunggal ke publik. Artinya, tidak kawin paksa, chemistry kebangun. Rasionalitas pengusungan tentu cenderung posisi menang. Itu juga buka komunikasi dengan banyak pihak, banyak tokoh figur. Selama ini kita lihat survei jadi preferensi tim kecil," pungkasnya.

Sponsored

Sebelumnya, Juru bicara DPP PKS, Muhammad Kholid, meminta NasDem tidak terburu-buru melakukan deklarasi capres-cawapres pada 10 November. Alasannya, belum ada kesepahaman terkait cawapres yang akan diusung.

"Kami menghormati usulan Partai NasDem terkait usulan deklarasi 10 November mendatang. Namun, pekerjaan rumah di tim kecil antara NasDem, Demokrat, dan PKS harus dituntaskan terlebih dahulu," ujar Kholid kepada wartawan, Selasa (1/11).

Berita Lainnya
×
tekid