sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Regenerasi jadi alasan logis Gerindra merapat ke Jokowi

Gerindra saat ini membutuhkan regenerasi kepemimpinan untuk menghadapi persaingan 2024.

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Kamis, 11 Jul 2019 16:16 WIB
Regenerasi jadi alasan logis Gerindra merapat ke Jokowi

Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti menganalisis Partai Gerindra memiliki peluang kuat untuk bergabung dalam Kabinet Kerja jilid II Presiden Jokowi. Faktor regenerasi kepemimpinan menjadi alasan partai besutan Prabowo Subianto itu merapat ke kubu petahana.

Langkah ini, kata Ray, penting diambil Gerindra untuk menghadapi persaingan politik pada pemilu 2024. “Gerindra saat ini membutuhkan regenerasi kepemimpinan untuk menghadapi persaingan 2024, yang diprediksi bakal dihiasi wajah-wajah baru, seperti Puan Maharani, Agus Harimurti Yudhoyono dan figur muda lainnya,” kata Ray dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (11/7).

Ketimbang terus menjadi oposisi, kata Ray, akan lebih strategis bagi Partai Gerindra masuk dalam kabinet Jokowi-Ma’ruf bila ingin menyiapkan kader terbaik partai pada kontestasi lima tahun yang akan datang. Apalagi, Gerindra adalah satu-satunya partai yang belum merasakan duduk di pemerintahan.

“Pada tahun itu (2024) akan diisi oleh Puan dan AHY. Apalagi Gerindra adalah partai yang belum merasakan masuk ke pemerintahan. Jadi, saya yakin ini bakal jadi pertimbangan Gerindra untuk masuk ke kabinet," kata Ray.

Selain itu, menurut Ray, Gerindra perlu menyiapkan sosok pengganti Prabowo Subiainto untuk keberlangsungan partai ke depan. Prabowo saat ini berusia 68 tahun. Ia sudah berlaga empat kali di pemilu presiden dan selalu kalah.

Dari klan politik yang ada saat ini, jelas Ray, hanya klan Hashim Djojohadikusumo yang belum menurunkan trah politik atau penerus. Sementara partai lain sudah terlebih dahulu melakukan regenerasi. 

Itu terjadi di PDI Perjuangan, Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional. Ketiga partai, kata Ray, perlahan-lahan sudah mulai menurunkan trah politiknya. Hal yang sama belum ditemukan pada Partai Gerindra. 

“Klan Soekarno jelas sekarang ke Puan, terus SBY ke AHY, Amien Rais juga sekarang ke anak-anaknya. Nah klan Hashim Djojohadikusumo itu belum menyiapkan regenerasinya. Padahal, ada kadernya yang potensial seperti Rahayu Saraswati, dan dia belum muncul," kata Ray. 

Sponsored

Ray memprediksi, jika Gerindra jadi bergabung dalam kabinet Jokowi, Rahayu Saraswati merupakan figur yang paling kuat untuk menjadi menteri Jokowi yang berasal dari klan Hashim Djojohadikusumo.

"Karena Rahayu adalah orang yang potensial bertarung menghadapi Puan dan AHY dari trah Hashim Djojohadikusumo di 2024," kata Ray.

“Kalau tidak, ya Pak Prabowo harus dinaikkan masuk ke Wantimpres,” tambah Ray.

Selain kebutuhan regenerasi, Ray memandang, Gerindra adalah calon kuat partai oposisi yang akan ditarik masuk kabinet Jokowi-Ma'ruf ketimbang PAN dan Demokrat. Sebab, Gerindra punya kursi cukup besar di parlemen. Dalam pemilu tahun ini Gerindra meraih kursi terbanyak ketiga setelah PDI Perjuangan dan Golkar. 

"Dan itu jelas lebih menguntungkan bagi Jokowi untuk lima tahun ke depan, ketimbang menggaet Demokrat dan PAN yang selama ini sikapnya tidak jelas," ujar Ray.

Ray mengaku sangat yakin kedua pertimbangan yang dipaparkannya itu bakal dibahas dalam komunikasi politik antara Jokowi dan Prabowo bila melakukan rekonsiliasi atau pun kontrak politik.

"Bacaan saya kalau ada kebutuhan untuk rekonsiliasi ini bagi Jokowi lebih menguntungkan menarik Gerindra dari pada PAN dan Demokrat. Dan bagi Gerindra itu menguntungkan untuk klan Hashim Djojohadikusumo," kata Ray.