sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gerindra bongkar alasan Prabowo mau jadi pembantu Jokowi

Partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 menyayangkan masuknya Gerindra ke kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Eka Setiyaningsih Fadli Mubarok
Eka Setiyaningsih | Fadli Mubarok Selasa, 22 Okt 2019 18:03 WIB
Gerindra bongkar alasan Prabowo mau jadi pembantu Jokowi

Keputusan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menerima pinangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu menteri di kabinetnya menuai pro-kontra. Salah satunya dari Wakil Ketua MPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid.

Hidayat memandang, seharusnya Prabowo lebih mempertimbangkan pinangan tersebut karena akan menurunkan citranya atau marwahnya sebagai petinggi partai dan calon presiden (capres). Ia juga memandang keputusan ini juga akan melahirkan kosekuensi besar, utamanya elektabilitas dalam pemilu mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra Habiburokman tegas mengatakan keputusan Prabowo tidak semata-mata mempedulikan citra atau marwahnya sebagai capres. Ia juga percaya ketika Prabowo menjadi menteri tidak akan menjatuhkan marwahnya di hadapan konstituen loyalisnya.

"Beliau (Prabowo) sekali pun sebenarnya tidak mempedulikan citra atau ego. Pikiran 'wah saya levelnya presiden' dan lain-lain terbesit karena ini adalah panggilan negara," terang Habiburokman di kompleks DPR, Jakarta, Selasa (22/10).

Prabowo, kata dia, lebih mementingkan kepentingan bangsa dibandingkan dengan dirinya sendiri. Apalagi, terkait urusan citra di beberapa masyarakat atau pihak. 

Bagi Habiburokhman, jika memang Prabowo dibutuhkan oleh Presiden Jokowi, hal itu dia maknai sebagai penugasan negara. Hal ini beririsan dengan komitmen Prabowo, bahwa di mana pun posisinya untuk menjaga Indonesia, ia pasti akan berkomitmen untuk bekerja dengan optimal.

"Jadi kalau ada yang menganggap demikian (menurunkan citra) ya bebas saja. Tapi sekali lagi, ini adalah bukti kebesaran hati Pak Prabowo. Beliau kalau mendapatkan penugasan yang beliau anggap urgent untuk bangsa ini, tidak apa beliau menanggalkan egonya," lanjut Habiburokhman.

Lebih jauh, Habiburokman mengatakan keadaan ini sudah mulai dipahami oleh banyak simpul relawan pendukung Prabowo di berbagai kota. Walau awalnya para relawan kecewa dengan keputusan Prabowo, seiring berjalannya waktu, ketika Prabowo menjelaskan apa maksud dan tujuan baiknya mengambil keputusan tersebut, semua relawan bersikap sami'na wa atho'na, mengikuti instruksi pemimpinnya.

Sponsored

"Kalau pun beliau jadi Menteri Pertahanan, menurut saya bagus malah. Kami sangat apresiasi kalau memang benar. Karena beliau memimpin departemen terkait dengan kemiliteran juga kan. Terakhir beliau bintang tiga diberi kehormatan bintang empat," pungkas dia.

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik tidak mempermasalahkan keputusan Prabowo Subianto yang akan bergabung dengan Kabinet Kerja Jokowi-Ma'ruf Amin.

Menurut Taufik, saat Prabowo dan DPP mengambil keputusan tersebut maka jajaran di bawahnya harus mengikuti.

"Ya enggak apa-apa demi kepentingan bangsa DPP mengambil sikap, ya semua DPD Gerindra harus taat," kata Taufik di Gedung DPRD DKI, Jakarta.

Sementara itu, terkait sikap Partai Gerindra di periode sebelumnya yang kerap mengkritik pemerintahan Jokowi, Taufik menilai bahwa hal tersebut demi kepentingan bangsa.

"Semua ukurannya kepentingan bangsa saja, masa mau gebuk terus. Enggak apa-apa (menyeberang ke koalisi)," kata Taufik.

Seperti diketahui, Prabowo menyatakan telah dipinang mantan rivalnya di Pilpres 2019, untuk berada dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Prabowo akan menduduki kursi Menteri Pertahanan, kementerian dengan anggaran paling besar di kabinet.

Selain Prabowo, Edhy Prabowo selaku Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra juga akan mendapat pos menteri. Keduanya dipasktikan akan membantu dalam kabinet pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin.

Selain itu, Taufik mengaku senang bahwa Sandiaga Uno kembali ke Partai Gerindra. "Kita berterima kasih, senang Sandi kembali," ujarnya.

Meski demikian, ia memastikan bahwa Sandiaga Uno tidak akan kembali ke kursi wakil gubernur DKI Jakarta.

Berita Lainnya