Godok 5 nama cawapres, Jokowi disarankan pilih kandidat non parpol

Cawapres non parpol dinilai akan menjaga soliditas partai koalisi pendukung Jokowi.

Godok 5 nama cawapres, Jokowi disarankan pilih kandidat non parpol Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih menggodok nama-nama bakal calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampinginya di Pilpres 2019. Dari 10 nama yang disodorkan, saat ini sudah mengerucut pada lima tokoh.

Namun Jokowi enggan membocorkan siapa nama-nama tokoh yang sudah dikantonginya tersebut. Menurut mantan Wali Kota Solo, kandidat yang tepat akan disampaikan saat pembahasannya sudah matang.

"Bisa partai, bisa nonpartai, bisa profesional, bisa sipil, bisa (purnawirawan) TNI-Polri. Semuanya bisa," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/7).

Dalam rilis survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Dennya JA, ada lima nama yang menjadi kandidat ideal untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Lima orang tersebut adalah Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Mantan Ketua MK Mahfud MD, Kapolri Tito Karnavian, Mantan Panglima TNI Jendera (Purn) Moeldoko, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. 

Nama-nama tersebut tidak muncul dari penilaian responden dalam survei yang dilakukan pada 28 Juni hingga 5 Juli 2018. Lima tokoh itu merupakan pendapat dari expert judgement yang merupakan sejumlah ahli dari berbagai wilayah Indonesia.

Kandidat non parpol

Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem, Taufiqulhadi, menilai kalangan non partai akan cocok mendampingi Jokowi. Menurutnya, kriteria ini akan menjaga soliditas partai koalisi pendukung Jokowi.

Cawapres dari kalangan non parpol, akan membangun situasi kebersamaan di antara partai koalisi. Sebab tidak akan ada partai yang merasa iri karena kadernya tak terpilih menjadi pendamping Jokowi.

"Saya berharap parpol tidak perlu memasukkan kadernya menjadi wapres," kata Taufiqulhadi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/7).

Dia meyakini, partai pengusung yang telah memunculkan nama cawapres seperti Golkar dan PPP, tidak akan meninggalkan koalisi jika keputusan ini yang dipilih.

Sumber: Antara


Berita Terkait