sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kubu Jokowi-Maruf jual program kepada konglomerat demi uang

Kubu Jokowi-Maruf bakal menjual program kepada taipan atau konglomerat demi mendapatkan uang sumbangan untuk kampanye Pilpres 2019.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Rabu, 17 Okt 2018 03:20 WIB
Kubu Jokowi-Maruf jual program kepada konglomerat demi uang

Kubu Jokowi-Maruf bakal menjual program kepada taipan atau konglomerat demi mendapatkan uang sumbangan untuk kampanye Pilpres 2019.

Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres Joko Widodo-Maruf Amin, Wahyu Sakti Trenggono, mengatakan strategi penggalangan dana kampanye dilakukan dengan cara menjual program Jokowi-Maruf kepada para taipan. Meski begitu, Wahyu masih enggan menyebutkan target perolehan dana yang ingin diraih oleh tim sukses kubu Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019.

"(Para taipan) Mereka kan (juga) bekerja di sini dengan kebijakan yang sudah beliau (Jokowi) lakukan. Misalnya, dengan Pembangunan infrastruktur," jelasnya dalam kongferensi pers di Rumah Cemara, Jakarta Pusat, Selasa (16/10).

Menurut dia, pembangunan infrastruktur juga memiliki implikasi secara tidak langsung kepada masyarakat. Adanya pembangunan infrastruktur dinilai semakin mempermudah akses masyarakat, sehingga investor juga akan lebih tertarik. "Dengan program tersebut mereka (konglomerat) akan (turut) berpartisipasi," jelasnya. 

Tim sukses juga bakal memanfaatkan jaringan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani dan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia yang juga ikut bergabung dengan TKN Jokowi-Maruf. 

"Misal, kami membuat malam galang dana dengan meminta bantuan Rosan untuk membantu undang teman-teman pengusaha," katanya. 

Berkaca pada Pilpres 2014, sambungnya, tim sukses Jokowi-Jusuf Kalla saat itu meraup dana kampanye dari masyarakat mencapai Rp300 miliar. 

Wakil Bendahara TKN Jokowi-Maruf, Amin Rerie Lestari Moerdijat, menambahkan dari dana yang diperoleh pada 2014 tersebut, tim sukses mengembalikan Rp6 miliar kepada kas negara. Sebab, sumber dana itu tidak jelas sehingga harus dikembalikan kepada kas negara. "Harus dikembalikan kepada kas negara sesuai aturannya," imbuhnya.

Sponsored

Untuk itu, pemberi sumbangan kepada kubu Jokowi-Maruf bakal disortir terutama agar dana tidak berasal dari pihak-pihak yang bermasalah. Rerie mengaku telah menyiapkan sebuah sistem dalam melakukan penyaringan dan sortir data transfer ke rekening dana kampanye.

Menurut dia, nantinya sistem tersebut secara langsung melakukan penyaringan dan verifikasi dilakukan secara otomatis melalui sistem. 

"Tim bendahara sudah menyiapkan pelapisan dan software yang akan segera diluncurkan," sebutnya.

Dia menjelaskan, hal tersebut diterapkan guna memastikan dana yang ditransfer berasal dari seseorang yang tidak bermasalah. Begitupun jika nantinya pengirim tersebut tidak dikenal, maka otomatis akan kembalikan. 

Sementara itu, Sekretaris TKN Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto, menegaskan pembukaan dana kampanye dilakukan agar tim tidak ugal-ugalan. 

"Dengan mengumumkan rekening, tim kami tidak grasak-grusuk. Jadi, di situ tim kampanye Jokowi-Maruf membangun budaya tertib," katanya pada kesempatan yang sama.

Menurut dia, hal itu dilakukan guna mengendepankan transparansi dan akuntabilitas, serta kehati-hatian. Sebab, kata Hasto, seorang pemimpin tidak boleh menggunakan dana secara serampangan.

"Misalnya, untuk membeli rekomendasi pencalonan. Itu tidak boleh," kata dia.

Dana kampanye partai politik peserta Pemilu 2019. Alinea,id.

Berita Lainnya