logo alinea.id logo alinea.id

Punya sistem penghitungan internal, Hasto: Kami siap diaudit

TKN mengklaim memiliki sistem penghitungan suara yang kredibel yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Armidis
Armidis Senin, 22 Apr 2019 15:46 WIB
Punya sistem penghitungan internal, Hasto: Kami siap diaudit

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Hasto Kristiyanto mengimbau agar tidak ada pihak yang mengklaim kemenangan tanpa data yang valid. Klaim sepihak tanpa data yang valid sebaiknya tidak digunakan, sebab akan menyesatkan publik.

Hasto mengaku TKN memiliki sistem penghitungan suara yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Sistem penghitungan tanpa pengawalan yang dapat dipertanggungjawabkan, menurut Hasto tidak perlu diumbar ke publik karena akan membingungkan masyarakat.

"Klaim kemenangan boleh saja asal didukung oleh sistem yang transparan dapat dipertanggungjawabkan baik secara sistem maupun otentifikasi dokumen C1," kata Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat pada Senin (22/4).

Terkait kualitas hasil dari sistem penghitungan internal PDIP, Hasto membuka kemungkinan terjadinya salah input. Namun begitu, dia mengklaim memiliki sistem berlapis untuk memastikan data yang digunakan sangat valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bahkan, dia mengaku siap bila sistem yang dipakai untuk merekapitulasi perolehan suara diaudit oleh pihak eksternal. Hasto juga mengatakan akan membuka peluang bagi siapapun untuk mengecek data yang dimiliki sistemnya termasuk kepada pengamat.

"Kami tegaskan siap diaudit dan dicek untuk seluruh rekapitulasi berdasarkan data primer C1," ujar Hasto.

Direktur Saksi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arif Wibowo menambahkan, sistem yang dipakai memiliki kontrol yang sangat ketat.

Sponsored

Pengecekan dilakukan secara berulang untuk melihat kemungkinan kekeliruan dari apsek salah input, atau dokumen yang diinput palsu. Oleh karena itu, Arif yakin data yang masuk ke sistemnya tervalidasi dengan baik.

"Sistem deteksi dini dan analisa yang dipakai untuk mengecek apakah terjadi kejanggalan atau keanehan. Jika terjadi, kita kontak di mana terjadinya kejanggalan itu," kata Arif.