logo alinea.id logo alinea.id

Ramai-ramai ingin tensi politik pemilu reda usai lebaran

Tensi politik yang masih memanas usai pemilu diharapkan oleh sejumlah pihak untuk segera diakhiri setelah lebaran.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Rabu, 05 Jun 2019 20:25 WIB
Ramai-ramai ingin tensi politik pemilu reda usai lebaran

Tensi politik yang masih memanas usai pemilu diharapkan oleh sejumlah pihak untuk segera diakhiri setelah lebaran.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengharapkan agar momen Idulfitri 1440 Hijriyah menjadi medium untuk meminimalisir suhu politik yang tinggi. 

"Sekarang tugas kita bersama silaturahmi ini kita jadikan suasana yang adem supaya tidak ada lagi suhu politik yang tinggi," tutur Bamsoet di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra IV, Jakarta Selatan, Rabu (6/5).

Dia mengatakan, para elite politik sejatinya telah melakukan hal tersebut. Menurutnya, akhir-akhir ini para elite politik terus melakukan komunikasi guna mencairkan suasana.

Hal tersebut, lanjut Bamsoet, dapat dibuktikan dari masing-masing elite politik yang terlihat gembira. Kegembiraan ini diharapkan dapat terus bertahan hingga sidang putusan sengketa pemilihan presiden (pilpres) di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Sekarang seharusnya kita semua menyadari bahwa yang lebih penting adalah rasa bernegara sambil menurunkan ego kita masing-masing. Karena ada hal yang lebih besar lagi yang harus kita perjuangkan dan  harus kita pertahankan," paparnya.

Terlebih pada momentum Idulfitri, bagi Bamsoet, alangkah lebih baik para elite politik dan masyarakat jangan lagi berbicara soal ego dan gengsi. "Selama ini kan yang kita lihat egonya tinggi," sambungnya.

Saat disinggung apakah hal tersebut juga menjadi bahan pembicaran dalam kunjungannya pagi tadi ke kediaman Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Bamsoet membantah.

Sponsored

"Itu hanya forum lebaran, jadi tidak ada pembicaraan lain kecuali silaturahmi dan maaf-memaafkan," ungkapnya.

Ketua DPR Bambang Soesatyo. Alinea.id/Fadli Mubarok

PAN harap rekonsiliasi

Setali tiga uang, rekonsialisasi pascapilpres menjadi salah satu harapan pada momentum Idulfitri kali ini. Hal tersebut sebagaimana dituturkan oleh Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan.

Menurut Bara, hendaknya pasangan calon (paslon) nomor urut 01 dan 02, dapat segera melangsungkan pertemuan dan saling memafkan.

"Pilpres 2019 yang mempertemukan Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandi ini kan kita melihatnya berlangsung panas," kata Bara ketika menghadiri open house yang digelar oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan di Jakarta, Rabu (6/5).

Pertemuan tersebut dirasa Bara perlu dilakukan melihat sempat terjadinya kericuhan di beberapa daerah di Jakarta usai rekapitulasi suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) 21-22 Mei lalu.

Dikatakan Bara, terkait politik, rekonsiliasi usai Pemilu sudah menjadi hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Pada rekonsiliasi tersebut, pihak yang kalah disebut Bara harus bisa menerima kekalahannya demi masa depan bangsa.

"Walaupun kecewa atau tidak terima tapi itu semua harus dikesampingkan demi kepentingan bangsa, kepentingan nasional," kata Bara.

Ia mencontohkan Pemilu di Amerika Serikat pada 2016 lalu yang mempertemukan Hillary Clinton dengan Donald Trump. Meskipun terjadi sengketa, kata dia, Hillary mau menerima kekalahannya lewat pidato dan bahkan menghubungi Donald Trump untuk menyampaikan selamat atas kemenangannya secara langsung.

"Hillary walaupun sakit, malu, dan sedih sekali tetap saja melakukan pidato untuk menerima hasil tersebut dan sebelumnya dia menelepon Trump untuk memberikan selamat," kata dia.