sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Survei: Sentimen positif Prabowo tertinggi, Anies dinilai jelek

Survei menyebutkan ada sejumlah faktor yang menyebabkan Prabowo memiliki sentimen positif di dunia maya.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 21 Apr 2022 18:59 WIB
Survei: Sentimen positif Prabowo tertinggi, Anies dinilai jelek

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki sentimen positif tertinggi di dunia maya di antara lima kandidat calon presiden papan atas di Pilpres 2024. Sebaliknya, Gubernur DKI Jakarta sebagai kandidat yang paling banyak diperbincangkan oleh para netizen. 

Hal ini terungkap dalam survei percakapan netizen di dunia maya yang dilakukan oleh lembaga survei opini publik, Merdeka Institute pada 9-20 April 2022. Merdeka Institute adalah salah satu lembaga survei opini publik yang bernaung di bawah Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI).

Merdeka Insitute hanya mensurvei lima tokoh yang elektabilitasnya selalu masuk lima besar (top five) dalam berbagai survei lembaga-lembaga riset mainstream. Mereka adalah Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, dan Ridwan Kamil. 

Berdasarkan analisis dari data media monitoring yang dilakukan Merdeka Institute, Anies disebut sebagai capres yang paling banyak diperbincangkan oleh para netizen di dunia maya. Dalam 11 hari terakhir, total percakapan tentang Anies di dunia maya mencapai 87.135, disusul tentang Prabowo Subianto (41.164), Ridwan Kamil (32.730), Ganjar Pranowo (25.299), dan Sandiaga Uno (6.704).

"Sebanyak 25,4% dari total netizen yang mempercakapkan Prabowo cenderung menyampaikan ujaran positif tentang Ketua Umum Partai Gerindra itu, hanya 12,4% yang cenderung bernada negatif, dan sisanya 62,2% bersifat netral," kata peneliti Merdeka Institute, Mohammad Yafi NI dalam keterangan pers, Kamis (21/4).

Capres dengan sentimen positif terbaik kedua adalah Ganjar Pranowo. Sebanyak 20,6% dari total netizen yang mempercakapkan Ganjar, cenderung menyampaikan ujaran positif. Namun, jumlah percakapan yang bersentimen negatif tentang Ganjar mencapai 17,9% dan 61,5% percakapan bersifat netral. Dengan kata lain, sentimen negatif terhadap Ganjar lebih tinggi dari Prabowo Subianto. 

Sementara itu, terang Yafi, capres papan atas dengan sentimen terbaik ketiga adalah Anies Baswedan. Sebanyak 18,9% percakapan tentang Anies di dunia maya cenderung bernada positif dan 50,2% bersifat netral. Akan tetapi, Anies menjadi capres lima besar dengan sentimen negatif tertinggi. Sebanyak 30,9% percakapan tentang Anies mengandung sentimen negatif, jauh di atas sentimen negatif capres papan atas lainnya.

Salah satu faktor yang membuat Anies menjadi capres lima papan atas dengan sentimen negatif tertinggi adalah karena ia diasosiasikan sebagai satu-satunya tokoh yang mewakili sentimen ke-Islaman di Indonesia saat ini. 

Sponsored

"Para netizen yang anti politik Islam menempatkan Anies sebagai enemy (musuh) sehingga selalu mereka gempur dengan percakapan negatif yang mengarah pada ujaran kebencian. Apapun yaang dilakukan Anies selalu disikapi negatif oleh para netizen anti politik Islam semacam itu," kata Yafi.

Dia menerangkan, tingginya sentimen positif terhadap Prabowo dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, kinerja positif Prabowo sebagai menteri terbaik dalam Kabinet Jokowi Jilid II ternyata cukup berpengaruh. Kedua, sikap Prabowo yang jarang sekali mau terlibat dalam percakapan tentang capres 2024 diapresiasi publik sebagai sosok yang tidak ambisius nyapres seperti beberapa menteri lain dalam Kabinet Jokowi Jilid II. 

"Ketiga, pernyataan-pernyataan Prabowo cenderung mengarah pada pencarian solusi daripada membangun kontroversi atas berbagai masalah nasional akhir-akhir ini," beber Yafi.

Berdasarkan analisis Merdeka Institute, selain memiliki sentimen positif tertinggi, Prabowo mempunyai tingkat jangkauan potensial lebih tinggi dibandingkan capres lima besar lainnya. Hal ini, kata Yafi, menegaskan bahwa Prabowo akan jauh lebih melesat sebagai capres 2024 apabila Ketua Umum Partai Gerindra itu mulai serius dan masif memanfaatkan internet dan berbagai platform media sosial untuk pembentukan opini publik. 

Pantauan Merdeka Institute, Prabowo merupakan salah satu tokoh yang belum mengoptimalkan penggunaan media sosial untuk kontestasi Pilpres 2024 dibandingkan tokoh-tokoh lain seperti Anies Baswedan, Erick Thohir, Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil (RK).

Berdasarkan analisis tema dan hashtag masing-masing capres, terlihat percapakan tentang Prabowo Subianto di dunia maya cenderung bersifat organik. Sedangkan Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil dan Anies Baswedan tampak beberapa hashtag, analisis percakapan tentang meraka cenderung direncanakan (by design). 

"Ini mengindikasikan bahwa Prabowo sebagai capres belum mengoptimalkan peran media sosial dan internet pada umumnya, sedangkan Ganjar, RK, dan Anies cenderung telah mempersiapkan diri berkontestasi di dunia maya," pungkas dia.

Menurut Yafi, Merdeka Institute melakukan survei dengan pendekatan natural language processing (NLP) untuk mengekstrasi opini dalam bentuk teks. Analisis menggunakan keyword nama-nama capres lima besar five yang sering muncul dalam publikasi survei lembaga-lembaga riset mainstream

Dataset dikumpulkan mulai tanggal 9 hingga 20 April 2022. Penentuan periode analisis ini didasarkan pada beberapa even atau isu besar nasional, seperti demo mahasiswa, polemik tiga periode, dan kekerasan terhadap Ade Armando. Metode ekstraksi opini dilakukan dengan teknik knowledge discovery in data base (KDD). 

Berita Lainnya