logo alinea.id logo alinea.id

Survei: Elektabilitas PDIP unggul dan meningkat, Gerindra malah turun

PDIP dinilai sebagai partai yang paling berpihak pada rakyat.

Soraya Novika
Soraya Novika Minggu, 06 Jan 2019 17:45 WIB
Survei: Elektabilitas PDIP unggul dan meningkat, Gerindra malah turun

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memperoleh elektabilitas tertinggi dibandingkan partai politik (parpol) lain peserta Pemilu 2019. Menurut hasil survei Lembaga Riset Publik (LRP), elektabilitas partai berlambang kepala banteng itu mencapai 31,2% selama periode Desember 2018.

"Kami menanyakan kepada responden, jika pemilu anggota legislatif dilakukan hari ini, partai politik mana yang dipilih? Hasilnya sebanyak 31,2% memilih PDIP," ujar Direktur Riset LRP, Arvan Maulana, dalam konferensi pers di Sofyan Hotel, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (6/1).

Menurut Arvan, para pemilih menilai PDIP sebagai partai yang paling berpihak kepada rakyat kecil. Ada 23,8% responden yang menyampaikan alasan ini. Sementara yang menilai PDIP memiliki visi, misi, dan program yang bagus, jumlahnya 16,6%.

Dia mengatakan, elektabilitas partai besutan Megawati Soekarnoputri ini mengalami peningkatan signifikan di banding bulan-bulan sebelumnya.

"Pada Oktober 2018, trennya hanya berada pada 28,5%, lalu mengalami kenaikan sebesar 2,7% selama Desember 2018. Jadi jika dibandingkan dengan partai politik lain, gap kenaikan tren elektabilitas PDIP ini adalah yang tertinggi, disusul PBB yang mengalami kenaikan sebesar 1,2%" kata Arvan menerangkan.

Berdasarkan distribusi dukungan, PDIP menguasai mayoritas pulau di Indonesia.

"Jawa sebesar 32,3%, Sumatera 29,1%, Kalimantan 39,7%, Sulawesi 18,2%, Papua dan Maluku 32,2%, Bali, NTB dan NTT sebesar 34,7%," paparnya.

Bagaimana partai lain?

Sponsored

Partai Gerindra berada di posisi kedua, dengan elektabilitas sebesar 17%, diikuti Partai Golkar dengan 7,2%. Uniknya, kedua partai ini dinilai memilik visi dan misi serta program yang lebih baik ketimbang PDIP.

"Kedua partai sama-sama dianggap memiliki visi, misi, dan program yang bagus dibanding PDIP, yaitu sebesar 26,5%," imbuh Arvan.

Adapun di posisi keempat dan kelima, adalah Partai Demokrat dan PKB dengan elektabilitas masing-masing 5,3%. Arvan mengatakan, Demokrat dipilih karena dianggap memiliki tokoh atau elit partai yang baik, yaitu Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sementara PKB, dipilih karena dianggap paling mewakili kepentingan umat Islam.

Di bawah kelima partai tersebut, adalah Partai NasDem yang memperoleh elektabilitas sebesar 3,3%, PKS 3%, PAN 2,9%, PPP 2,8%, PBB 2,5%, dan Hanura 1,9%. Kemudian Partai Perindo dengan elektabilitas 1,5%, PSI 1,2%, PKPI 0,8%, Partai Berkarya 0,5%, dan Partai Garuda 0,4%.

Berbeda dari PDIP dan PBB yang mengalami kenaikan tren elektabilitas yang cukup signifikan, tren kenaikan partai lain hanya berada di bawah 1%. Bahkan empat dari 16 parpol lain, justru mengalami penurunan elektabilitas, yaitu Gerindra, PKB, Partai NasDem, dan Perindo.

Netralitas survei

Saat dikonfirmasi terkait kenetralan perhitungan survei tersebut, Arvan memastikan LRP telah berlaku netral. Menurutnya, hasil survei tersebut tidak dilebih-lebihkan atau berpihak ke salah satu partai politik.

"Kami pastikan, kami yakinkan, bahwa kami bisa dipertanggungjawabkan secara akademik," ucapnya menegaskan.

Survei LRP melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi, yang telah memiliki hak pilih. Survei dilakukan dengan teknik multistage random sampling

Adapun margin of error diperkirakan kurang lebih sebesar 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. Quality control terhadap hasil wawancara sebesar 20% dari total sampel, dengan cara monitoring dan pendampingan saat wawancara dan spot check pasca-survei.