sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Survei tempatkan PDIP teratas, Megawati minta kader tidak terlena

Megawati meminta kadernya tetap bekerja keras meski survei menunjukkan tingginya elektabilitas.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Selasa, 21 Jun 2022 12:39 WIB
Survei tempatkan PDIP teratas, Megawati minta kader tidak terlena

Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri meminta para kadernya untuk tidak terlena melihat hasil survei yang selalu menempati posisi teratas. Menurutnya, tidak mudah untuk menjaga PDI Perjuangan seperti sekarang ini.

Survei Litbang Kompas terbaru misalnya, PDIP berada di puncak dengan elektabilitas tertinggi dengan angka 22,6%, diikuti oleh Partai Gerindra 12,5%, Partai Demokrat 11,6%, dan Partai Golkar 10,3%.

"Jadi tidak bisa hanya muluk-muluk saja, makanya kalau ingat berapa kali dalam webinar saya, saya selalu menanyakan apa kehendak kalian untuk masuk dalam PDIP? Apa satu karena tahu PDIP kalau dilihat dari survei, tapi saya selalu mengatakan jangan selalu lihat survei,  survei boleh dilihat, jangan dijadikan pegangan. Karena yang bergerak itu bukan survei, tapi adalah kita sendiri," ujar Megawati dalam sambutannya di acara Rakernas II PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6).

Meskipun selalu berada di puncak teratas perolehan elektabilitas, Megawati meminta para kadernya untuk tidak berdiam pada zona nyaman. Menurut dia, kerja keras membuahkan hasil bagi PDIP yang dahulu dianggap partai kecil, kini memegang peranan kekuasaan.

"Itu kenapa saya selalu bertanya apa maskud kalian masuk dalam partai ini, partai yang dulu benar-benar kecil,  selalu diremehkan, partai sandal jepit lah, wong cilik lah, saya bilang selalu, saya bangga berada di dalam. Mereka yang wong cilik dan sandal jepit itu," katanya.

Oleh karena itu, Presiden RI kelima ini pun menegaskan agar kader PDIP yang bertahan pada zona nyaman untuk mundur atau keluar dari PDIP. Megawati mengaku tak menginginkan kadernya tidak bekerja keras untuk bersama-sama membesarkan partai.

"Saya masuk PDIP karena saya bisa rasakan nantinya ada zona nyaman di PDIP. Maka saya akan selalu mengatakan orang itu mundur dari PDIP,  tidak ada gunanya. Karena saya membentuk partai ini adalah kita bisa mengorganisir kedaulatan rakyat menjadi solid, bersama kita untuk maju ke depan bagi Indonesia raya. Jadi kalau ada yang tidak setuju silakan mundir," ucap dia.

Terpisah, politikus PDIP, Andreas Hugo Pareira mengatakan, hasil survei Litbang Kompas tentu akan menjadi pemicu bagi kader dan simpatisan PDIP untuk bekerja lebih serius meningkatkan elektabilitas partai menuju 2024.

Sponsored

"Mengenai hasilnya, bagi PDI Perjuangan tentu menggembirakan meskipun juga tidak sangat mengejutkan karena selama ini PDI Perjuangan pun bekerja dan secara serius melakukan konsolidasi kerja kerakyatan oleh seluruh jajaran kader partai baik di eksekutif, legislatif, struktur partai, sayap2 organisasi partai, bahkan oleh simpatisan-simpatisan partai," kata Andreas kepada Alinea.id, Selasa (21/6).

Berita Lainnya
×
tekid