sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

3 isu transisi energi yang diangkat Presidensi G20 Indonesia

Munculnya banyak penyakit baru di seluruh dunia termasuk di Indonesia, adalah salah satu dampak nyata dari ancaman dari perubahan iklim.

Edo Sugiyanto
Edo Sugiyanto Kamis, 12 Mei 2022 18:26 WIB
3 isu transisi energi yang diangkat Presidensi G20 Indonesia

Jubir Pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia Maudy Ayunda menyampaikan, trasisi energi berkelanjutan merupakan salah satu isu prioritas Presiden G20 Indonesia, isu ini sangat relevan dengan keseharian.

“Saya, teman-teman, dan kita semua pasti merasakan dampak dari isu ini. Di mana suhu bumi semakin memanas setiap tahunnya,” kata Maudy saat keterangan pers secara online, Kamis (12/5).

Studi terbaru menyebutkan, suhu tahunan bumi diperkirakan naik hingga 1,5 derajat Celsius selama lima tahun ke depan.

Untuk itu, terkait sustainable energy transition, Presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat mencapai kesepakatan dalam mempercepat, memperkuat transisi energi global yang berkelanjutan dan berkesinambungan.

Pasalnya sektor energi merupak kontibutor perubahan iklim paling dominan yang menyumbang hampir 90% CO2 secara global. Suhu rata-rata global permukaan bumi telah meningkat 1,2 derajat Celsius sejak revolusi industri.

“Dan ini mengingatkan kita sekalilagi bahwa aktifitas manusia telah berdampak luas pada kerusakan atmosfer, laut, kriosfer dan biosfer, dan ini mengakibatkan kerugian dan kerusakan alam permanen dimuka bumi yang ditanggung oleh kita sendiri,” kata dia.

Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh 30 badan ilmiah dan akademik. Termasuk akademi sains nasional dari negara-negara G8. Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukan, suhu permukaan di global akan meningkat 1,1 hingga 6,4 derajat Celsius antara 1990 hingga 2100.

Selain itu, organisasi kesehatan dunia menyebutkan perubahan iklim ancaman terbesar kesehatan global di abad ke-21. Munculnya banyak penyakit baru sampai menyebabkan pandemi di seluruh dunia termasuk di Indonesia, adalah salah satu dampak nyata dari ancaman perubahan iklim ini.

Sponsored

“Ancaman serius ini perlu segera kita tangani bersama-sama dalam Presidensi G20,” ujarnya.

Terdapat tiga isu dalam transisi energi yang diangkat Presidensi G20 Indonesia.

Pertama energy accessibility atau akses energi yang terjangkau berkelanjutan dan dapat diandalkan untuk semua. Tujuannya untuk meningkatkan kerjasama internasional dalam memfasilitasi akses ke penelitian dan teknologi energi bersih termasuk energi terbarukan, efisiensi energi dan teknologi bahan bakar fosil yang maju dan lebih bersih, serta mendorong investasi dalam infrastruktur energi dan teknologi energi bersih.

Kedua, smart and clean energy tachnology, yaitu mendorong implementasi teknologi pintar dan bersih baik dalam konteks efisiensi energi, pengurangan emisi maupun pengembangan energi terbarukan. 

Kemudian yang ketiga advancing energy financing, yaitu pembiayaan untuk mendukung dua poin di atas. Skema dan dan mekanisme pembiayaan perlu dikembangkan dan patut mengurangi hambatan dengan menggalang kolaborasi semua pihak baik pemerintah, swasta maupun filantropi dengan model bisnis atau public-private partnership yang inovatif.

“Transisi energi berkelanjutan ini memiliki tingkat urgansi yang tinggi. Oleh sebab itu, ini harus menjadi perhatian kita dengan semangat kolaborasi dapat ambil bagian dalam mengupayakan transisi energi mulai sekarang,” ungkapnya

Berita Lainnya