sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Antam anggarkan belanja modal Rp3,39 triliun

Emiten tambang pelat merah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. menganggarkan belanja modal untuk ekspansi pada tahun ini senilai Rp3,39 triliun.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 11 Mar 2019 17:54 WIB
Antam anggarkan belanja modal Rp3,39 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25216
Dirawat 17204
Meninggal 1520
Sembuh 6492

Emiten tambang pelat merah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. menganggarkan belanja modal untuk ekspansi pada tahun ini senilai Rp3,39 triliun. Belanja modal (capital expenditure/Capex) tersebut meningkat 21,5% dari tahun sebelumnya senilai Rp2,79 triliun.

Direktur Keuangan Antam Dimas Wikan Pramuditho mengatakan capex tersebut akan digunakan untuk ekspansi bisnis senilai Rp2,64 triliun, Rp582,21 miliar untuk belanja rutin, dan Rp162,83 miliar untuk deferred expences atau beban yang ditangguhkan.

Anggaran belanja modal itu berasal dari kas internal perusahaan yang saat ini mencapai Rp4,29 triliun. "Perbankan juga menawarkan pinjaman, tapi untuk refinancing atau pembiayaan ulang," kata Dimas dalam paparan kinerja tahunan perseroan di Hotel Intercontinental, Jakarta, Senin (11/3).

Meski demikian, emiten dengan kode saham ANTM itu mempertimbangkan untuk menerbitkan surat utang atau obligasi untuk mendanai capex. Namun dalam menerbitkan obligasi, rating perusahaan masih belum bisa bersaing sehingga dikhawatirkan berpengaruh pada kupon yang ditawarkan.

Saat ini, lembaga pemeringkat global Standard & Poor's (S&P) telah merevisi prospek rating ANTM dari B dengan prospek stabil menjadi B dengan prospek positif. Sementara, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) justru menaikkan prospek rating perusahaan dari sebelumnya BBB+ menjadi A-. 

Sebagai informasi, saat ini ANTM tengah mengerjakan proyek pembangunan pabrik feronikel Halmahera Timur, Maluku Utara. Hingga akhir 2018 realisasi konstruksinya sudah mencapai 92%.

Pabrik feronikel Halmahera Timur tahap pertama ini, nantinya akan memiliki kapasitas produksi sebesar 13.500 ton nikel dalam feronikel(Tni). Rencanaya, proyek pembangunan ini selesai pada semester I-2019.

Adapun pabrik tersebut akan meningkatkan kapasitas total terpasang feronikel Antam sebesar 50% dari kapasitas produksi feronikel terpasang saat ini 27.000 ton TNi menjadi 40.500 ton TNi per tahun.

Sponsored

"Selain itu, untuk meningkatkan nilai tambah komoditas mineral, terutama dalam mengolah cadangan bijih nikel kadar rendah, perusahaan telah menandatangani Head of Agreement (HoA) Proyek Pengembangan Pabrik Nickel Pig Iron (NPI) Blast Furnace Halmahera Timur dengan mitra strategis Ocean Energy Nickel International Pte. Ltd (OENI) pada 2018 lalu," kata Dimas.

Proyek NPI Blast Furnace ini memiliki total kapasitas produksi mencapai 320.000 ton NPI atau setara dengan 30.000 ton TNi yang terdiri dari delapan line produksi. Adapupn dua line pertama akan memulai fase produksi pada kuartal IV-2020.

Sementara untuk pengembangan komoditas bauksit, perseroan fokus pada pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) yang bekerja sama dengan induk usahanya dalam holding BUMN yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum. Smelter ini memiliki kapasitas pengolahan sebesar satu juta ton SGA per tahun pada tahap pertama.

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 16:49 WIB
Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Kamis, 28 Mei 2020 17:45 WIB
Resep UMKM raup untung saat pandemi

Resep UMKM raup untung saat pandemi

Rabu, 27 Mei 2020 17:18 WIB
Berita Lainnya