sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Asing lego saham Bank BCA Rp506,8 miliar, IHSG loyo

Investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp852 miliar di seluruh pasar.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 16 Sep 2020 17:27 WIB
Asing lego saham Bank BCA Rp506,8 miliar, IHSG loyo
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 291182
Dirawat 61839
Meninggal 10856
Sembuh 218487

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,83% ke level 5.058 pada perdagangan Rabu (16/9). Pelemahan didorong oleh sektor pertambangan yang terkoreksi 1,63 dan infrastruktur yang turun 1,35%.

Tercatat sebanyak 10,9 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp6,5 triliun. Investor asing melakukan aksi jual bersih senilai Rp852 miliar di seluruh pasar.

Saham-saham seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM), dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) menjadi saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing. Tercatat, investor asing melakukan net sell terbesar ke saham BBCA dengan total penjualan Rp506,8 miliar.

Sementara saham-saham seperti PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), PT Bank BTPN Syariah Tbk. (BTPS), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), PT Vale Indonesia Tbk.(INCO), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) menjadi saham-saham yang banyak dibeli investor asing. Investor asing tercatat melakukan pembelian terbesar ke saham BMRI dengan nilai pembelian Rp30,2 miliar.

Sponsored

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan pelemahan IHSG didorong oleh aksi ambil untung alias profit taking menjelang pengumuman suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed dan Bank Indonesia.

Dia meramal pergerakan IHSG Kamis (17/9) juga masih dipengaruhi sentimen penetapan suku bunga kedua bank sentral tersebut.

"Pergerakan akan dipengaruhi kekhawatiran akan tingginya kasus Covid-19 dari dalam negeri yang menembus rekor baru. Pergerakan diperkirakan akan cenderung terbatas menjelang penetapan suku bunga Bank Indonesia dan The Fed," katanya.

Berita Lainnya

, : WIB

, : WIB

, : WIB