sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bank Mandiri salurkan bansos ATENSI Kemensos dengan non-tunai

Alokasi anggaran ATENSI tahun ini adalah Rp340,8 miliar yang akan diberikan kepada 142.000 peserta.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 13 Jan 2021 19:48 WIB
Bank Mandiri salurkan bansos ATENSI Kemensos dengan non-tunai

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyiapkan alat pembayaran non-tunai dalam penyaluran bantuan sosial program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), serta insentif bagi pendamping rehabilitasi sosial (Rehsos) dari Kementerian Sosial. Hal ini dilakukan agar bantuan sosial ini dapat memberikan manfaat yang optimal kepada penerima, serta para pendamping rehabilitasi sosial .  

Kerja sama dengan pemerintah dilakukan setelah Kementerian Sosial memutuskan untuk menyalurkan bantuan sosial program ATENSI secara langsung, serta memberikan insentif kepada para pendamping Rehsos sebagai bentuk apresiasi atas berbagai aktivitas yang telah dilakukan selama masa pendampingan. Adapun alokasi anggaran program ATENSI tahun ini adalah Rp340,8 miliar yang akan diberikan kepada 142.000 peserta.

Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri, Rohan Hafas mengatakan, Bank Mandiri akan menyiapkan Kartu ATENSI bagi para penerima program, yang dapat digunakan untuk mendapatkan pelatihan dan pembekalan di berbagai balai dan loka di seluruh Indonesia.

Selain itu, Bank Mandiri akan menyiapkan kartu anggota co-Branding Mandiri Debit, bagi sekitar 3.500 pendamping Rehsos, untuk mengakses insentif yang diterima, yaitu sebesar Rp3 juta per pendamping per bulan.

"Kami berkomitmen kuat untuk mendukung program ATENSI, karena kami menyadari betapa mulianya program ini bagi anggota masyarakat dengan stigma. Dengan program ini, mereka diberi kesempatan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan lebih layak," kata Rohan dalam keterangan resminya, Rabu (13/1).

Untuk memastikan kelancaran program ini, Rohan menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan rekening di Bank Mandiri bagi para peserta program ATENSI, serta para pendamping Rehsos untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat luas.

"Kerja sama ini juga diharapkan akan memberi faedah bagi para pendamping, karena akan memberikan akses keuangan yang lebih luas. Termasuk kredit modal kerja, jika ternyata para pendamping tersebut memiliki usaha, serta motivasi dalam memberikan pendampingan," ujarnya.

Dia melanjutkan, kehadiran Bank Mandiri dalam program ini merupakan realisasi dukungan perseroan kepada Kementerian Sosial, dalam menyalurkan berbagai program bantuan sosial, terutama di masa pandemi.

Sponsored

Seperti pada tahun 2020, perseroan telah menyalurkan bantuan senilai total Rp13,5 triliun melalui program Sembako/BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai), Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Sosial Tunai.

“Untuk tahun ini, kami siap menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai total Rp18,6 triliun, yang terdiri atas PKH kepada sekitar 2,1 juta keluarga penerima manfaat (KPM), dan bansos program Sembako kepada sekitar 4,3 juta KPM," tuturnya.

Berita Lainnya