sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BI gelar pameran Karya Kreatif Indonesia secara virtual

Penyelenggaraan KKI pada tahun ini dapat diikuti melalui platform webinar dan website.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 28 Agst 2020 13:34 WIB
BI gelar pameran Karya Kreatif Indonesia secara virtual
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Bank Indonesia (BI) kembali menyelenggarakan pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di tahun 2020 secara virtual akibat pandemi Covid-19. Perhelatan ini dilaksanakan dalam tiga seri.

Seri pertama KKI dimulai pada tanggal 28-30 Agustus 2020, dengan tema Sinergi untuk UMKM Ekspor. Seri kedua akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 dengan tema Sinergi untuk UMKM Digital. Adapun seri ketiga akan berlangsung bulan November 2020 dengan tema UMKM Sahabat Milenial. 

Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI, Budi Hanoto mengatakan, kegiatan KKI 2020 telah berhasil menghubungkan 328 UMKM dalam business matching dengan investor dan nilai kesepakatan bisnis mencapai Rp113,2 miliar.

"Nilai kesepakatan bisnis yang mencapai Rp113,2 miliar atau meningkat 54% dibandingkan tahun sebelumnya," katanya dalam video conference pembukaan KKI 2020, Jumat (28/8).

Budi menjelaskan, penyelenggaraan KKI pada tahun ini dapat diikuti melalui platform webinar dan website resmi di www.karyakreatifindonesia.co.id. KKI 2020 menampilkan 377 produk UMKM dari 377 UMKM yang telah teruji di dalam dan luar negeri.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menambahkan, dengan diselenggarakannya KKI 2020 di tengah pandemi ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung produk UMKM nasional.

"Di tengah pandemi Covid-19, meyakinkan bersama untuk memajukan UMKM sebagai sumber pertumbuhan dan kekuatan ekonomi kita. Covid-19 tidak surutkan tekad kami, justru perkuat sinergi untuk memajukan Indonesia," ujarnya.

Menurut Perry, inovasi dan kreativitas harus terus diciptakan oleh para pelaku UMKM, termasuk juga otoritas terkait untuk mendorong pemasaran produk UMKM yang lebih luas.

Sponsored

"Kita harus lebih optimistis karena dalam setiap kesulitan, ada kemudahan," ucapnya.

Berita Lainnya