sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Biden menang pemilu, IHSG diperkirakan menghijau awal pekan depan

Indeks di pasar saham mayoritas menguat menyambut potensi Joe Biden memenangkan pemilu.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Minggu, 08 Nov 2020 10:31 WIB
Biden menang pemilu, IHSG diperkirakan menghijau awal pekan depan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Kandidat calon presiden (capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden, akhirnya memenangkan pemilu AS pada Minggu dini hari (8/11). Biden sejauh ini berhasil mengumpulkan 290 suara elektoral dibandingkan lawannya, capres petahana Donald Trump dari Partai Republikan, yang hanya mengumpulkan 214 suara.

Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee mengatakan, pemilu AS yang telah berlangsung pada 3 November 2020 menjadi perhatian pelaku pasar. Indeks di pasar saham mayoritas menguat menyambut potensi Joe Biden memenangkan pemilu.

"Pelaku pasar sangat memperhatikan pemilihan Presiden (pilpres) AS, karena mempengaruhi kebijakan AS ke depannya," kata Hans, Minggu (8/11).

Meskipun Biden memenangkan pemilu, Hans mengatakan potensi sengketa pemilu sangat mungkin terjadi. Hal ini tidak lepas dari metode pemilihan umum yang dilakukan, di mana diizinkannya penggunaan pos untuk mengirim surat suara.

Dia mengamati, pendukung Demokrat lebih taat protokol kesehatan, sehingga banyak mengirim surat suara via pos. Sedangkan pendukung Republikan banyak datang ke tempat pengambilan suara.

Sehingga, di awal perhitungan di beberapa negara bagian suara Republikan mampu menang. Akan tetapi, setelah surat suara dari pos dihitung keadaan mulai berbalik.

Belum lagi, selisih suara kedua partai cukup ketat di beberapa negara bagian sehingga menimbulkan risiko diperdebatkan. Di negara bagian dengan pertarungan ketat seperti Georgia, Pennsylvania, Arizona, dan Nevada, Biden mampu memimpin setelah surat suara via pos dihitung. Trump merasa dicurangi karena pembalikan arah suara ini.

"Di beberapa negara bagian penting yang menentukan perhitungan suara, Trump telah mengajukan gugatan hukum dan hal ini bisa menaikan ketidakpastian pasar. Pemilu yang berakhir di pengadilan dikhawatirkan akan membuat pelaku pasar melakukan aksi ambil untung," ujar Hans.

Sponsored

Adapun dengan kemenangan Biden ini, menurut Hans, akan membawa potensi perang dagang antara China dan AS tidak menjadi lebih buruk. Ada harapan perang dagang AS dengan China, Eropa dan Meksiko akan berhenti.

Hans mengamati, hal ini cenderung membuat risiko pasar turun dan menurunkan volatilitas pasar. Selain itu, kemenangan Biden cenderung membuat mata uang dunia menguat terhadap Dolar AS, termasuk Yuan, Euro, dll.

"Rupiah tidak tertinggal dan dalam beberapa hari mengalami penguatan signifikan. Ini juga mendorong dana masuk ke aset berisiko di emerging market seperti Indonesia," tuturnya.

Dia pun memperkirakan pasar saham dunia, termasuk Indonesia di awal pekan bisa menguat menyambut kemenangan Biden. Akan tetapi, sesudah itu sangat rawan mengalami aksi profit taking akibat kenaikan yang banyak pada minggu lalu.

Berita Lainnya