sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BPJS-TK pangkas investasi di saham dan reksa dana buat IHSG melemah

Kabar tersebut memberikan tekanan pada sebagian besar saham di LQ45. 

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 30 Mar 2021 17:01 WIB
BPJS-TK pangkas investasi di saham dan reksa dana buat IHSG melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,55% ke level 6.071 pada perdagangan Selasa (30/3). Sektor properti yang turun 2,55% dan sektor perkebunan yang turun 2,38% menjadi pendorong pelemahan IHSG hari ini.

Investor tercatat melakukan transaksi sejumlah 14,8 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp10,4 triliun. Sebanyak 122 saham tercatat naik dan 374 saham turun ke zona merah. 

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih senilai Rp365 miliar di seluruh pasar dan Rp328 miliar di pasar regional. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Astra International Tbk. (ASII), dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) menjadi tiga saham yang paling banyak dilepas asing di pasar reguler. 

Riset penutupan Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, dari dalam negeri, sentimen terhadap upaya pemangkasan portofolio investasi BPJS Ketenagakerjaan, baik pada saham maupun reksa dana, memberikan tekanan pada sebagian besar saham di LQ45. Tercatat, sepanjang hari ini Indeks LQ45 bergerak melemah dengan saham-saham yang mendominasi penurunan di antaranya PTPP, TKIM, ERAA, CTRA, INKP, dan BBRI. 

Sponsored

Berdasarkan informasi, komposisi investasi BPJS Ketenagakerjaan per Januari 2021 pada saham sebesar 15,9%, reksa dana sebesar 8,3%, sedangkan sisanya dialokasikan pada obligasi, deposito, properti dan penyertaan langsung.

Manajemen BPJS Ketenagakerjaan mengatakan, akan melakukan rebalancing portofolio. Hal tersebut bertujuan untuk mencapai imbal hasil optimal dan menjaga ketersediaan dana jangka pendek, karena saat ini BPJS juga telah mempersiapkan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan atau JKP. 

"Hal tersebut memungkinkan adanya alokasi dana ke instrumen yang bersifat jangka pendek," tulis Pilarmas Sekuritas.

Berita Lainnya